DetikSport
Kamis 13 April 2017, 15:11 WIB

Kevin/Marcus Hat-trick Juara Super Series, Taufik Hidayat: Tunggal Putra Kapan?

Mercy Raya - detikSport
Kevin/Marcus Hat-trick Juara Super Series, Taufik Hidayat: Tunggal Putra Kapan? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sukses Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih hattrick harus diikuti tunggal putra. Sudah terlalu lama, Indonesia tak memiliki bintang di nomor tersebut.

Memasuki tahun 2017, prestasi tunggal putra Indonesia bisa dibilang belum menunjukkan adanya peningkatan. Prestasi Jonatan Christie dan kawan-kawan cenderung tak stabil.

Karena sama-sama tak berstatus unggulan Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa sering bentrok di babak awal pada turnamen yang diikuti. Sebagai gambaran, Jonatan dan Anthony sudah berjumpa di babak pertama Malaysia Terbuka Super Series Premier 2017.

Mantan pemain bulutangkis Taufik Hidayat, khawatir jika situasi itu tak segera mendapatkan penanganan tunggal putra Indonesia berpotensi tak bisa bersaing dengan wakil-wakil negara lain pada Asian Games 2018. Padahal, ajang itu menjadi kesempatan Jonatan dkk. untuk unjuk gigi pada pesta olahraga bangsa-bangsa Asia empat tahunan itu.

"Kalau ganda putra sudah terujilah. Mereka bisa juara di tiga turnamen dalam waktu sebulan. Selain itu mereka juga kelihatan tidak ingin cepat puas. Juara di turnamen ini, lalu ingin juara lagi di turnamen lain. Ada keinginan yang besar," kata Taufik dalam sambungan telepon dengan detikSport.

Nah, untuk tunggal putra, kata peraih medali emas Olimpiade 2004 Athena ini, justru kebalikannya. "Pada tunggal putra, saya melihat masih bisa dibilang biasa saja. Harusnya mereka lah yang introspeksi diri. Ganda bisa secepat ini kok tunggal enggak. Bisa dibilang seperti stagnan dan tidak stabil," ujar Taufik.

Taufik HidayatTaufik Hidayat Foto: Rengga Sancaya

Padahal, PBSI tak membedakan dukungan kepada sektor yang ada di pelatnas Cipayung. Masing-masing nomor didampingi pelatih fisik dan psikolog yang sama.

"Mereka kan klaimnya pelatih fisik mereka bagus. Makanya, perlu dilihat masalahnya di mana. Dari pengurus dukungannya seperti apa? Dan kembali lagi kunci terakhir itu ada di atletnya sendiri. Bisa tidak menjalani beban ini karena mungkin saja mentalnya yang masih kurang," katanya.

PBSI Diminta Selektif Pilih Turnamen untuk Tunggal Putra

Taufik menilai saat ini PBSI terlalu memanjakan para pemain tunggal putra dengan secara rutin mengirimkan pemain ke turnamen super series. Padahal, jejak trio tunggal putra pelatnas--Jonatan, Anthony, dan Ihsan--tak bagus-bagus amat di level bawahnya, grand prix ataupun grand prix gold. Padahal, menurut Taufik, mental pemain akan otomatis terbangun saat mereka mampu menjadi juara.

Makanya, PBSI harus selektif dalam memilih jenis turnamen yang diikuti tunggal putra. Dia menyatakan kalau si pemain belum bisa menjadi juara grand prix atau gold grand prix, sebaliknya tak perlu ngotot tampil di super series.

"Minimal mereka pertandingan Grand Prix Gold dululah. Cari rangking dulu, biar nanti di superseries tidak bertemu sesama temannya dulu. Seperti kemarin di Malaysia, Jonatan harus bertemu Anthony. Padahal kan harusnya cari rangking dan juara dulu, jadi ada satu terobosan yang mana mereka jadi merasa mampu untuk menghadapi lawan-lawannya. Hanya memang dari atletnya pun harus konsisten dan berkomitmen," tutur Taufik.

"Di samping perlu dukungan pelatihnya juga, fisiknya, pola makan dia dan lainnya. Harus evaluasi besar-besaran lah. Apalagi taruhan kita ke depan itu adalah tuan rumah Asian Games. Taruhan ini bukan masalah uangnya, tapi prestasinya sebagai tuan rumah,"

"Masa mereka mau dibilang muda terus. Kan ini tinggal mereka bertiga saja, Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa. Tapi jangan juga dijadikan beban berat tapi motivasi buat mereka berprestasi lebih. Karena memang tidak ada orang lagi. Mereka juga dibutuhkan oleh negara ini. Jadi dituntut untuk prestasi. tapi jangan jadi beban melainkan motivasi." jelas bapak dua anak itu.

Jonatan, Anthony, Ihsan Disarankan Pilih SEA Games 2017 ketimbang Kejuaraan Dunia

Taufik juga sekaligus menyarankan agar Jonatan dkk. untuk turun di SEA Games lebih dulu daripada Kejuaraan Dunia 2017. Dia yakin, tunggal putra bisa berprestasi di multievent itu karena selain tunggal putra sudah punya rekam jejak yang bagus pada SEA Games 2015 Singapura. Beberapa tunggal unggulan negara lain kebanyakan turun di Kejuaraan Dunia sehingga kesempatan Merah Putih lebih besar di SEA Games Malaysia nanti.

"Ya sarannya tetap harus ada perbaikan signifikan jangan asal-asalan, dan balik lagi ke atletnya juga apa yang bisa dirubah dari pola hidupnya. Bukan bukan berarti mereka buruk atau banget, tapi hal-hal yang kecil yang harus dibenahi," imbuhnya.



(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed