Petenis Rusia itu dijadwalkan comeback di turnamen tanah liat Stuttgart Terbuka pada 26 April mendatang. Sharapova segera menyelesaikan sanksi larangan bertanding selama 15 bulan usai positif meldonium -- zat terlarang -- di Australia Terbuka, Januari tahun lalu.
Kasus Sharapova ini mendapatkan reaksi dari sejumlah pemain WTA. Apalagi, petenis yang baru saja berulang tahun ke-30 ini dianggap mendapatkan jalan mudah untuk kembali ke panggung dunia menyusul berbagai wildcard yang diterimanya di turnemen-turnamen bergengsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sharapova memilih tidak memikirkannya. "Itu bukan kekhawatiranku. Sedikit pun aku tidak memikirkan kritik terhadapku," ucap dia kepada majalah Stern, yang dilansir Sky Sports.
"Aku tahu bahwa aku dihormati di bidangku. Aku melihatnya dalam bagaimana cara lawan-lawanku bermain menghadapiku."
Sharapova bersikeras dirinya tidak sepenuhnya bersalah dalam kasus dopingnya. Menurut dia, ITF [Federasi Tenis Internasional] juga layak disalahkan karena tidak memberitahukan kepadanya.
"Di ITF, mereka seharusnya memastikn atlet diberitahu tentang aturan doping yang baru. Aku bertanggung jawab atas kesalahanku, tapi ada orang lain yang seharusnya bertindak. Dan mereka ada di ITF," sembur pemilik lima titel Grand Slam ini.
(rin/mfi)











































