Pelatih tunggal putra pemusatan latihan nasional (pelatnas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Hendry Saputra Ho, puas dengan peringkat 'race to Glasgow' Anthony Sinisuka Ginting. Jika sampai 27 April 2017 sebagai batas waktu perebutan poin, tak ada perubahan posisi, maka Anthony yang menempati peringkat 20 bisa tampil pada Kejuaraan Dunia 2017 di Glasgow, Skotlandia mulai 21-27 Agustus. Anthony akan mendampingi Tommy Sugiarto yang sudah lebih stabil di 24 besar (saat ini peringkat 17).
PBSI telah menghentikan perburuan poin sebelum turnamen 'race to Glasgow' ditutup. Dengan pertimbangan stamina, karena juga harus tampil di Kejuaraan Asia, Hendry tak menurunkan Jonatan di China Masters pekan ini. Padahal, Jonatan hanya kurang dua setrip (peringkat 26) untuk mengamankan posisi 24 besar sebagai syarat sebuah negara bisa mengirimkan tiga wakil ke Kejuaraan Dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Sub Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roediyanto, optimistis Indonesia bisa meloloskan Jonatan ke Glasgow. Jonatan menempati daftar tunggu ketiga ke Kejuaraan Dunia.
"(Jonatan) Ada chance. Sebagai reserve tiga peluangnya (lolos Kejuaraan Dunia) di atas 50%," tutur dia.
Regulasi BWF menerapkan kuota maksimal setiap negara ke Kejuaraan Dunia. Satu negara hanya bisa mengirimkan paling banyak empat pemain itu pun dengan syarat tertentu.
Untuk nomor tunggal putra tersedia 64 slot pemain. Nantinya, pertandingan akan menggunakan sistem gugur sejak babak pertama sampai final.
(fem/mrp)










































