detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 16 Mei 2017 12:42 WIB

Candra Wijaya Minta Ahsan dkk. Manfaatkan Status Underdog

Mercy Raya - detikSport
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia pada Piala Sudirman 2017 mulai 21 Mei. Foto: dok: Tim Humas dan Social Media PP PBSI Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia pada Piala Sudirman 2017 mulai 21 Mei. Foto: dok: Tim Humas dan Social Media PP PBSI
Jakarta - Mantan pebulutangkis nasional Candra Wijaya mendukung skuat Indonesia ke Piala Sudirman. Dia berpesan agar pasukan Merah Putih memaksimalkan potensi yang ada.

PP PBSI hanya menyertakan pemain pelatnas menuju Piala Sudirman 21-28 Mei di Gold Coast, Australia. Itu pun tanpa bisa menurunkan kekuatan terbaik. Liliyana Natsir yang masih menjadi tumpuan di nomor ganda campuran dan Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri) absen karena bekapan cedera.

Gambaran kekuatan inti skuat Indonesia pada Piala Sudirman diperlihatkan PBSI dalam simulasi di Cipayung, Jakarta Timur akhir pekan lalu, Sabtu (13/5/2017).

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fitriani, Jonatan Christie menjadi tumpuan di nomor ganda putra, tunggal putri, dan tunggal putrra. Ganda putri disii Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, Greysia Polii yang menjadi pasangan Nitya diduetkan dengan Apriyani Rahayu.

Sementara pada nomor ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto yang diprediksi sebagai pilihan utama di Godl Coast nanti. Dalam simulasi, Praveen tak tampil dan digantikan Ronald Alexander. Tontowi Ahmad yang menjadi pasangan Liliyana diturunkan bersama Gloria Emanuelle Widjaja.

Dengan komposisi itu, Indonesia dinilai bakal tampil sebagai underdog. Namun, justru predikat itulah yang semestinya bisa dimanfaatkan para pemain.

"Dibandingkan dengan lawan, kondisi tim Indonesia yang didominasi dengan pemain muda memang tidak mudah. Tapi bukan berarti mereka kurang berpengalaman," kata Candra dalam sambungan telepon dengan detikSport pada Selasa (16/5/2017).

"Saya melihat positif dan optimisme yang tertanam pada atlet kita dan saya pribadi justru merasa tertantang di mana ini menjadi kesempatan atlet muda untuk menunjukkan kemampuan dan kapasitas serta kelas mereka. Tentunya mereka sudah menjadi tumpuan Indonesia dan yang terbaik dimiliki Indonesia," tambahnya.

Indonesia berada pada grup D bersama Denmark serta India. Menurut jadwal BWF, Denmark dan India akan lebih dulu bentrok pada 21 Mei. Indonesia memulai perburuan trofi dengan menghadapi India pada 23 Mei, kemudian keesokan harinya versus Denmark.

Candra menyebut dua sektor ganda putra dan campuran masih menjadi andalan. Tapi tidak tertutup kemungkinan sektor lain memberi kejutan.

"Ya, lagi-lagi tumpuan ganda campuran dan ganda putra. Tiga nomor lainnya masih sulit untuk diharapkan untuk mengambil poin. Tapi, sekali lagi di dalam lapangan segala sesuatunya mungkin," tutur Candra.

"Maka itu, perjuangan dan semangat atlet menjadi kesempatan bagaimana prediksi masyarakat, bukankah menjadi underdog lebih enak, relaks, santai, dengan harapan bisa menjadi pahlawan-pahlawan berikutnya untuk Indonesia," imbuh pemain yang enam kali membela Indonesia pada Piala Sudirman itu.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com