Sharapova belum lama ini kembali aktif mengayun raket setelah menuntaskan masa hukuman selama 15 bulan karena kasus doping. Petenis asal Rusia itu bahkan sudah tampil di beberapa turnamen top seperti di Stuttgart, Madrid, dan Roma lewat fasilitas wildcard.
Dengan peringkatnya yang masih terlalu rendah, saat ini 211, Sharapova tidak bisa langsung masuk ke babak utama Prancis Terbuka. Oleh karena itu, wacana pemberian wildcard untuk pemilik dua gelar juara Prancis Terbuka itu pun mencuat. Apalagi Prancis Terbuka tahun ini sudah 'kehilangan' salah satu pemain bintangnya menyusul absennya Serena Williams yang sedang hamil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda bisa dapat wildcard ketika Anda kembali dari cedera tapi Anda tidak bisa mendapat wildcard ketika Anda kembali dari hukuman karena doping," ujar Presiden FFT Bernard Giudicelli seperti dilansir Reuters.
"Saya mengapresiasi dampak media soal Sharapova, saya mengapresiasi harapan stasiun penyiar, tapi dalam hati nurani, tidak mungkin untuk melampaui kode antidoping dan penerapan aturan..."
"Dia mungkin sangat kecewa, tapi melindungi permainan ini adalah tanggung jawab saya," katanya.
Pemberian wildcard kepada Sharapova di beberapa turnamen mengundang pro dan kontra. Sejumlah petenis bahkan dengan lantang menyuarakan keberatannya.
Tak bisa tampil di Prancis Terbuka yang akan bergulir pekan depan, Sharapova masih punya harapan untuk turun di grand slam berikutnya yakni Wimbledon. Pengumuman pemberian wildcard Wimbledon akan dilakukan pada 20 Juni mendatang.
Kalaupun tak dapat wildcard, Sharapova masih berpeluang tampil di Wimbledon. Juara tahun 2004 itu sudah memastikan tiket kualifikasi Wimbledon lewat kemenangannya di babak pertama Italia Terbuka, Senin (15/5/2017) lalu.
(nds/mfi)











































