'Merah Putih' memang mengalahkan Denmark 3-2 di laga terakhir Grup 1D. Namun, kemenangan itu tidak cukup untuk lolos ke perempatfinal setelah di laga pertama takluk 1-4 dari India.
Kegagalan ini menandai Indonesia mencapai laju terburuknya di turnamen ini sejak pertama kali bergulir pada 1989. Pada lima edisi sebelumnya, Indonesia hanya sekali gagal lolos ke semifinal [2013].
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak bisa membandingkan bagaimana prestasi kita pada masa lalu. Menanggalkan nama besar itu memang sulit, tapi kita juga melihat perubahan zaman. Perubahan bagaimana bulutangkis kian mendunia, bagaimana atlet perorangan seperti ada atlet dari Israel, Turki, Spanyol, bahkan Islandia."
Tidak sedikit yang beranggapan bahwa kegagalan ini disebabkan karena kekalahan telak di tangan India. Padahal di atas kertas, Indonesia lebih dijagokan daripada negeri Hindhustan itu.
"Kita tidak bisa melihat kita kalah dari India, tetapi secara prestasi dan global bulutangkis memang sudah merata. Baru terjadi Taiwan mengalahkan Korea, Thailand hampir kalah dari Hong Kong," imbuh Susy, yang pernah membantu Indonesia menjuarai Piala Sudirman itu.
(rin/cas)











































