Ihsan harus gugur di babak kualifikasi pertama setelah kalah dalam pertandingan rubber game 21-15, 18-21, dan 13-21 atas pemain tunggal Hong Kong, Wei Nan, di Jakarta Convention Center, Senin (12/6/2017). Padahal, pada Indonesia Open tahun lalu, Ihsan berhasil melaju sampai babak semifinal.
Kekalahan itu dinilai sekjen PBSI, Achmad Budiharto, lantaran sang pemain kurang siap fisik dan mental dalam pertandingan. Pebulutangkis 21 tahun itu diketahui baru pulih dari cedera engkel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan alasan, tapi kondisi Ihsan sendiri kelihatannya belum sempurna. Jadi, hasil ini memang sangat disayangkan. Inilah pertandingan, siapa yang lebih siap fisik dan mental, dia yang layak menang dan Wei Nan kelihatannya lebih siap," sambungnya.
Di Indonesia Open tahun ini, Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti, sejatinya cuma menargetkan satu gelar. Sektor ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, yang saat ini peringkat satu dunia jelas menjadi andalannya.
"Dari Kabid Binpres menargetkan satu gelar, bisa darimana saja. Tapi, secara peluang pastinya dari ganda putra kita, Kevin/Marcus, karena peringkat satu dunia," tambahnya.
"Akan tetapi, peluang ini terbuka untuk ganda campuran dan juga kami berharap yang lainnya bisa persembahkan yang terbaik bagi kita semua," harap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Indonesia Open 2017.
(cas/cas)











































