Kevin/Marus langsung tersingkir di babak pertama Indonesia Open Super Series Premier. Mereka dikalahkan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) 16-21, 16-21 di Plenary Hall Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Rabu (14/6/2017).
Mantan pebulutangkis yang berhasil juara enam kali di Indonesia Open yang menyaksikan langsung pertandingan itu tak ambil pusing dengan hasil pertandingannya.,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Justru keputusan PBSI yang disesalkan Taufik. Pemilik medali emas Olimpiade 2004 Athena yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Kemenpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan itu menyebut semestinya PBSI tak perlu menurunkan Kevin/Marcus yang sedang tidak bugar.
"Mereka (Kevin/Marcus) kaya tidak maksimal. Saya tidak tahu apa alasannya. Pasti rata-rata alasannya angin, itu boleh saja, tapi tidak harus jadi alasan utama karena lawan pasti merasakan hal yang sama," kata Taufik.
"Kalau bahu masih bermasalah, ya lebih baik tidak usah main karena yang di lapangan harus siap main. Harusnya, alasan itu tidak usah diungkapkan ke publik. Itu cukup jadi alasan ke pelatih," sambung Taufik.
Di sisi lain, Taufik berharap semua wakil Indonesia yang tersisa di Indonesia Open bisa memanfaatkan kesempatan meraih juara. Hal itu lantaran mereka bermain di rumah sendiri dan tak perlu menunggu kesempatan di tahun berikutnya.
"Mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan. Turnamen Indonesia Open ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, daripada harus menunggu tahun depan, karena ini tuan rumah. Sayang kalau sampai dilewatkan," tegasnya.
(fem/fem)











































