DetikSport
Rabu 14 Juni 2017, 15:50 WIB

Indonesia Terbuka

Hendra/Boon Heong Akui Menang Beruntung Atas Endo/Watanabe

Randy Prasatya - detikSport
Hendra/Boon Heong Akui Menang Beruntung Atas Endo/Watanabe Hendra Setiawan/Tan Boon Heong melaju ke babak kedua Indonesia Open 2017. Foto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta - Hendra Setiawan/Tan Boon Heong berhasil melangkah ke babak kedua Indonesia Open 2017 setelah mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Bagi Hendra kemenangan ini didapat karena ada faktor keberuntungan.

Pasangan Hendra/Boon Heong harus berusaha keras untuk memetik kemenangan atas pasangan Jepang 10-21, 26-24, 23-21. Kemenangan itu didaoatkan dengan susah payah.

Bermain di Plenary Hall Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Rabu (14/6/2017), mereka sempat tertinggal 10-21 di gim pertama. Di gim kedua Hendra yang berpasangan dengan pebulutangkis asal Malaysia berhasil memetik kemenangan 26-24. Dan berlanjut dengan kemenangan di gim ketiga dengan skor 23-21 setelah Endo/Watanabe terkecoh dengan pukulan dari pasangan Hendra/Boon Heong.

Endo/Watanabe merupakan pasangan baru di sektor ganda Jepang dengan dideuatkan setelah Olimpiade 2016. Mereka terpaut usia 10 tahun dengan Endo merupakan pemain senior, berusia 30.

Meski baru berpasangan, Hendra mengakui lawannya itu sangat sulit dimatikan. Kemenangan inipun diakuinya tak lepas dari faktor keberuntungan.

"Hari ini walaupun lawannya pasangan baru, tapi mereka bagus. Sejak awal kami juga sudah siap untuk main capek. Apalagi lawan Jepang memang dari dulu tidak mudah dimatiin. Tadi juga beda tipis, ada faktor keberuntungan (kemenangan kami)," kata Hendra dalam konferensi pers usai laga.

"Tadi di saat poin kritis kami agak terburu-buru. Makanya tadi banyak mati sendiri. Kalau kami main aman juga tidak nyaman," sambungnya.

Di babak kedua nanti Hendra akan berhadapan dengan pasangan dari China, Li Junhui/Liu Yuchen. Mereka pun mengaku siap untuk menghadapi peringkat tiga dunia itu.

"Di pertandingannya kami harus tetap siap. Semua harus dihadapi. Semua kemungkinan bisa terjadi karena lawan-lawan saat ini sudah merata. Ranking dunia saat ini sudah tidak bisa jadi patokan kekuatan," tegasnya.



(fem/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed