DetikSport
Minggu 18 Juni 2017, 00:37 WIB

Indonesia Open

Lampaui Target, Fajar/Rian Dapat Pujian dari Pelatihnya

Mercy Raya - detikSport
Lampaui Target, Fajar/Rian Dapat Pujian dari Pelatihnya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melampaui target yang ditetapkan pelatih di Indonesia Open 2017 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Langkah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Indonesia Open 2017 memang terhenti di semifinal. Tapi Fajar/Rian telah melampaui target yang dibebankan.

Fajar/Rian membuat kejutan setelah melampui capaian unggulan-unggulan Indonesia di sektor ganda putra. Pasangan peringkat 19 dunia itu jadi ganda putra 'Merah Putih' dengan laju terjauh di Indonesia Open 2017.

Fajar/Rian melangkah hingga ke semifinal setelah menyisihkan ganda Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh. Sementara di babak kedua, mereka sukses mengalahkan seniornya, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Di semifinal, langkah Fajar/Rian dihentikan oleh unggulan dua dunia asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dalam pertarungan tiga gim, Sabtu (17/6/2017), dengan skor 17-21, 21-18, 12-21.

Meski demikian, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi tetap mengapresiasi pencapaian anak didiknya itu. Menurut Herry, Fajar/Rian sudah melebih target yang semula dibebankan kepada mereka yakni babak perempatfinal.

"Memang dari awal target kami sektor ganda putra Indonesia Open adalah juara, itu momen yang penting setelah ada Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Tapi rupanya ada kendala pada Kevin karena dia cedera," kata Herry membuka obrolan dengan pewarta.

"Menurut saya, dari sektor ganda putra setelah Kevin/Gideon, mereka (Fajar/Rian) adalah pelapis berikutnya. Jadi di Indonesia Open mereka sudah melampui target ya. Karena awalnya itu mereka hanya delapan besar. Tapi ini jadi pengalaman yang baik untuk mereka," ujarnya.

Fajar/Rian sendiri sebenarnya sudah menggenggam tiket untuk Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2017. Namun PBSI memutuskan Fajar/Rian turun di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, yang akan berlangsung 19-30 Agustus.

Keputusan ini diambil untuk menjaga peluang medali emas di ganda dan tunggal putra. Fajar/Rian diharapkan bisa berkontribusi maksimal di SEA Games.

"Begini, Kejuaraan Dunia berbarengan dengan SEA Games. Jadi menurut PBSI dan Kemenpora sama-sama penting. Untuk itu, saya sebagai pelatih ganda putra diminta membagi kekuatan dan saya berhitung, seperti medali emasnya, perorangannya seperti apa," kata Herry.

"Perhitungan saya jika Fajar/Rian turun di Kejuaraan Dunia mungkin untuk pengalaman mereka akan bertambah. Tapi jika di SEA Games tentu akan lebih berkontribusi. Itulah mengapa kami tidak ikut sertakan mereka di Kejuaraan Dunia," katanya.


(mcy/nds)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed