DetikSport
Senin 19 Juni 2017, 02:20 WIB

Lagi, Tontowi/Liliyana Selamatkan Muka PBSI

Femi Diah - detikSport
Lagi, Tontowi/Liliyana Selamatkan Muka PBSI Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi penyelamat muka Indonesia. Foto: Grandyoz Zafna/detikSport
Jakarta - Sekali lagi, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi penyelamat muka PBSI. Kali ini, mereka menghentikan paceklik gelar di Indonesia Open.

PBSI tengah dalam atmosfer kurang oke menjelang Indonesia Open 2017 yang bergulir di Plenary Hall Jakarta Convention center (JCC), Senayan mulai 12-18 Juni. Skuat 'Merah Putih' baru saja terpuruk di Piala Sudirman 2017 dengan tersingkir di fase grup. Itu tercatat sebagai sebuah sejarah terburuk Indonesia pada kejuaraan bulutangkis beregu campuran yang dimulai 1989. Kemenpora sampai turun tangan memanggil pengurus PP PBSI untuk menerangkan kodisi riil pelatnas saat ini.

Selain itu, Indonesia sudah tiga tahun puasa gelar Indonesia Open. Tuan rumah tak pernah juara sejak 2013 dengan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menjadi pahlawannya.

Publik pun pesimistis PBSI mampu memenuhi target satu gelar juara di Indonesia Open. Apalagi, ganda putra nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengakui ada masalah menjelang turnamen bergulir--yang kemudian diketahui menderita cedera bahu kanan.

Meski bukan turnamen prioritas PBSI, tak bisa dimungkiri sorotan publik begitu tajam mengarah kepada Indonesia Open itu. Sebab, turnamen berhadiah Rp 13,5 miliar itu sudah dianggap sebagai tempat berkumpulnya fans fanatik bulutangkis--mereka menamainya Badminton Lovers--setiap tahunnya.

Harapan publik makin surut saat Kevin/Marcus dan Praveen Jordan/Debby Susanto tumbang di babak pertama. Fans makin gaduh setelah Indonesia hanya sanggup meloloskan empat wakil ke babak perempatfinal. Dalam prosesnya, hanya Tontowi/Liliyana yang lolos ke final.

Bukan sekali ini saja Tontowi/Liliyana berada dalam kondisi terjepit. Mereka juga menjadi tumpuan pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro meski sepanjang periode pengumpulan poin Olimpiade tampil kurang oke.

Namun, situasi saat ini berbeda. Liliyana belum pulih benar dari cedera lutut kanan. Bahkan, pemain PB Djarum itu tak dibawa ke Piala Sudirman pada bulan Mei.

Dalam penampilannya di Indonesia Open ini, Liliyana terlihat belum relaks saat menjangkau bola-bola di depan net. Pebulutangkis yang akrab disapa Butet itu masih belum leluasa untuk bertumpu pada kaki kanannya. Owi pun dituntut kerja ekstra keras sejak babak pertama.

Selain itu, usia Liliyana menjadi sorotan. Dia akan berulang tahun yang ke-32 bulan September nanti.

Namun, Owi/Liliyana berhasil menjadi penyelamat Indonesia dan PBSI. Mereka menutup luka mendalam Indonesia di Gold Coast dengan juara Indonesia Open.

Owi/Liliyana menyegel gelar juara usai mengalahkan Zheng Siwei/Chen Qingchen (China) pada pertandingan final di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (18/6/2017). Mereka menang dua game langsung dengan skor 22-20 dan 21-15 dalam tempo 45 menit.

Terima kasih Owi/Butet!



(fem/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed