DetikSport
Rabu 21 Juni 2017, 13:49 WIB

Karena PBSI Ingin Cari Ganda Putri Terbaik

Mercy Raya - detikSport
Karena PBSI Ingin Cari Ganda Putri Terbaik Ni Ketut Mahadewi Istarani Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta - PBSI merombak pasangan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani untuk tampil di SEA Games 2017. Ketut dipasangkan bersama Rosyita Eka Putri Sari.

PBSI telah mengumumkan skuatnya yang akan turun di SEA Games 2017. Dari 20 nama yang diumumkan, Anggia dan Nitya Krishinda Maheswari tidak ada dalam daftar.

[Baca Juga: Ini Skuat Bulutangkis Indonesia yang Akan Turun di SEA Games 2017]

Kepala bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI Susy Susanti membenarkan ada perombakan khususnya di sektor ganda putri. "Betul untuk ganda putri kami memilih Greysia Polii/Apriani Rahayu dan Rosyita/Ketut," kata Susy kepada detikSport Rabu (21/6/2017).

"Alasannya untuk ganda kedua kami ingin mendapatkan pasangan yang terbaik sehingga kami merombak dua pasangan itu," lanjut dia.

Susy menjelaskan perombakan ini bukan karena hasil Indonesia Open saja. Tapi melihat dari perjalanan turnamen-turnamen sebelumnya. Anggia/Ketut di Indonesia Terbuka sukses melaju ke semifinal, ini adalah pencapaian terbaik mereka selama mengikuti turnamen bergengsi tersebut.

"Bukan cuma Indonesia Open saja tapi dari hasil turnamen sebelumnya kami juga lihat. Dan bukan hasilnya saja juga, melainkan perpaduan keduanya, semangat juangnya, lalu karakter pemainnya seperti apa, bisa ke depannya atau tidak, punya motivasi tidak. Jadi banyak faktor," ungkap dia.

Rencananya, kata Susy, PBSI tidak hanya akan mengujicobakan pasangan itu di SEA Games saja, melainkan dalam dua sampai tiga turnamen berikutnya. Mereka ingin melihat hasil dari proses perombakan yang dilakukan apakah berhasil atau tidak.

"Intinya selama belum masuk penilaian Olimpiade tentunya masih memungkinkan untuk bongkar pasang karena tujuannya ini untuk proyek jangka panjang, Olimpiade," lanjut Susy.

"Kami akan melihat siapa yang menjadi proyeksi PBSI bukan cuma untuk SEA Games, tapi Asian Games, juga Olimpiade. Mungkin kebanyakan masyarakat yang dilihat adalah target, target, dan target terus. Tapi kami kan juga harus menerapkan strategi, berpikir apa yang terbaik, itu yang kami pikirkan. Kami tidak mungkin mengandalkan yang sudah di atas saja," sambungnya.

Sebagai gambaran, PBSI mengandalkan Greysia/Nitya di sektor ganda putri. Lalu ketika Nitya cedera, jika lapis bawahnya tidak disiapkan, kekhawatiran mundurnya regenerasinya bakal terjadi.

"Jadi ini kami persiapkan. Nah, untuk yang di bawahnya kami siapkan juga pelapisnya. Jadi saat ini kami mencari dan meramu konsep-konsep bukan untuk satu turnamen. Jadi banyak sekali kemungkinan," ujarnya.

"Kami punya tujuan mempertahankan medali emas Olimpiade. Nah, sebelum itu tentu ada persiapan, road map, strategi, kami sudah mengumpulkan nama empat tahun ke depan dan sudah tahu siapa saja. Jadi tinggal diarahkan seperti apa, jika tidak bisa cepat ganti, jika tidak bisa juga, ganti lagi yang dua tahun bisa prestasi," tuntas dia.
(mcy/rin)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed