DetikSport
Jumat 14 Juli 2017, 12:47 WIB

Bonus All England Telat Berbulan-bulan, Ini Tanggapan Kemenpora

Mercy Raya - detikSport
Bonus All England Telat Berbulan-bulan, Ini Tanggapan Kemenpora Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon disambut Menpora Imam Nahrawi setelah juara All England 2017. Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Jakarta - Kemenpora meminta maaf kepada Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon karena bonus All England yang belum cair. Kemenpora berjanji bonus akan beres dalam beberapa hari ke depan.

Macetnya bonus untuk juara All England terkuak setelah Marcus mengunggah foto penyerahan bonus secara simbolis di akun instagram resminya @marcusfernaldig. Dalam papan nama yang diberikan saat kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada bulan Maret itu, menunjukkan para juara diganjar bonus Rp 250 juta per pemain.

Ketika itu, Menpora Imam Nahrawi memang mengatakan tidak bisa langsung cair sebab ada prosesnya. Namun ternyata pencairan bonus sampai memakan waktu hampir lima bulan.

Kevin/Marcus pun mulai resah. Bahkan sampai menyindir Kemenpora lewat instagramnya, yang akhirnya membuat gaduh media sosial.

"Itu hak mereka, kami bisa memahami itu," kata Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto saat dikonfirmasi detikSport pada Jumat (14/7/2017).

"Tapi kembali Marcus/Kevin itu harusnya bersyukur. Coba tanya (cabang) yang lain ada tidak yang model seperti itu? Terkecuali tempo hari sepakbola. Kenapa? Karena kami melihat waktu itu demam sepakbola sedang luar biasa pasca pembekuan dan pemberian bonus untuk single event itu tidak ada, tapi kami revisi anggaran, justifikasi kuat, jadinya bisa.

"Jadi poinnya adalah sabarlah dan kami mohon maaf atas keterlambatan ini," tambahnya.

Gatot sekaligus menjanjikan jika masalah bonus ini akan segera beres, karena proses administrasi seperti Surat Keputusan-nya sudah sudah ditandatangani Menpora Imam Nahrawi beberapa hari yang lalu.

Sesuai pagu anggaran Kemenpora, bonus yang tersedia itu hanya untuk multievent Olimpiade, Asian Games, paralimpik, SEA Games, sedangkan untuk single event sesungguhnya tidak ada. Tapi karena hal khusus sehingga butuh waktu untuk revisi.

Nah, untuk merevisi ini lah yang memakan waktu cukup lama. Sementara Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Kemenpora sudah turun sejak 31 Desember 2016. Termasuk anggaran untuk Deputi III, di mana di dalamnya disisipkan anggaran untuk pemberian penghargaan untuk atlet berprestasi.

"Ini harus dilakukan supaya tidak salah prosedur. Makanya seperti Kevin/Marcus itu harusnya bersabar. Ini kan bentuk perhatian pemerintah karena yang lain belum tentu dapat yang sama. Selain itu, pemerintah sudah janji jadi tidak mungkin ingkar, cuma prosesnya yang butuh waktu," katanya.

"Tapi kalau sekarang hanya hitungan hari. Segera secepatnya karena yang ditunggu proses. Karena untuk ditetapkan sebagai SK Menteri kan butuh justifikasi yang kuat karena kalau tidak auditor akan bertanya kenapa ini dikasih? kenapa untuk singel event yang lain tidak dikasih," ucap dia.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed