Jonatan dipatok target untuk menyumbangkan medali emas dari dua nomor sekaligus, tunggal dan beregu putra pada SEA Games nanti. Pemain yang besar di PB Tangkas Jakarta itu berbekal hasil manis sebagai pemilik medali emas beregu putra pada SEA Games Singapura dua tahun lalu.
Tak hanya mempersiapkan soal teknik, Jonatan juga mengasah mentalnya. Apalagi, dia menuai hasil kurang oke pada turnamen Selandia Baru terbuka Grand Prix Gold dengan terhenti di babak kedua. Dia dikalahkan pemain Hong Kong, Lee Cheuk Yiu padahal tampil sebagai unggulan ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalaman yang bisa diambil, jangan terlalu mikirin status unggulan, yang penting fokus dan bagaimana menerapkan strategi," tambahnya.
Jonatan juga menuturkan bahwa sesi bersama psikolog yang difasilitasi Satlak Prima dirasa sangat bermanfaat untuknya. Setelah bertukar pikiran bersama si psikolog, Jonatan mendapat banyak masukan tentang bagaimana ia mengatasi masalah di lapangan. Jonatan akan coba menerapkannya di sesi latihan dan jika berhasil akan diterapkan di pertandingan.
"Menurut saya ini penting sekali ya, pikiran dan mental itu punya bobot 60 persen. Kalau teknik, kami sudah persiapkan matang sekali. Tetapi kalau mental di lapangan sudah kena, percuma saja persiapan tekniknya," tutur Jonatan.
Skuat bulutangkis Indonesia bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, 20 Agustus 2017 menggunakan maskapai Garuda Indonesia, pukul 08.35 WIB. Untuk kepulangan direncanakan pada 30 Agustus 2017, pukul 12.30 waktu Kuala Lumpur. Pertandingan cabang olahraga bulutangkis akan dilangsungkan pada 22-29 Agustus 2017.
(fem/mrp)











































