Tontowi/Liliyana meraih gelar juara super series dan super series premeir ke-16 di Paris. Titel itu didapatkan setelah mengalahkan Zheng Siwei/Chen Qingchen (China) dengan skor 22-20, 21-15 di Stade Pierre de Coubertin, Minggu (29/10/2017).
Sukses itu diapresiasi sang pelatih, Richard. Namun, hasil itu justru membuat Richard mempunyai rencana baru untuk Tontowi/Liliyana untuk menyambut tiga turnamen super series tersisa, di China dan Hongkong Terbuka, kemudian ditutup Finals Master Super Series.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab, dengan persiapan Owi/Liliyana yang cukup pendek ke Eropa dan mereka sanggup mencapai semifinal dan final, saya khawatir terlalu capek dan waswas cedera Liliyana kambuh lagi," dia menjelaskan.
Jika sesuai rencana, turun di China dan Hong Kong Terbuka, Owi dan Liliyana tak akan diberi target juara. Mereka hanya perlu mempertahankan performa hingga ke Asian Games 2018.
"Sejak dua turnamen di Eropa kemarin, saya tidak membebani target ke mereka. Saya selalu bicara kepada mereka kalau tujuan mereka adalah Asian Games. Untuk turnamen perorangan, lihat situasi saja. Kalau bisa juara ambil," tutur Richard.
"Untuk pemain sekelas Owi/Butet, kalau mereka tampil maksimal, harapan untuk menjadi juara selalu terbuka. Mereka memang pantas juara. Tapi, kalau saya targetkan juara, saya khawatir justru saat Asian Games tidak mencapai penampilan terbaik mereka," dia mengucapkan.
(fem/rin)











































