DetikSport
Kamis 02 November 2017, 12:30 WIB

Dari Pelatnas PBSI Jadi Anak Kuliahan, Linda Weni Mabuk Rumus Tiap Hari

Femi Diah - detikSport
Dari Pelatnas PBSI Jadi Anak Kuliahan, Linda Weni Mabuk Rumus Tiap Hari Linda Wenifanetri kini jadi anak kuliahan (Muhammad Ridho/detikSport)
Jakarta - Setelah gantung raket, Linda Wenifanetri kembali ke bangku kuliah. Peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2015 itu harus begadang tiap malam demi menghafal rumus akuntansi tiap hari.

Genap sepuluh bulan Linda meninggalkan pelatnas Cipayung. Posturnya tak menjadi gempal seperti kebanyakan atlet-atlet yang sudah pensiun. Perawakan perempuan 27 tahun itu justru lebih langsing.

[Gambas:Video 20detik]


Padahal, Linda mengaku tak pernah lagi latihan fisik seserius saat berada di pelatnas Cipayung. Paling-paling, dia joging ringan agar tetap bugar. Katanya sih berat badan Linda turun sekitar 5kg dibandingkan masa-masa di pelatnas.

"Bukan patah hati lho. Bisa jadi ini karena sebagai banyak banget tugas setelah jadi mahasiswa," kata Linda saat berkunjung ke markas detikSport, Rabu (1/11/2017).

Ya, setelah pensiun, Linda memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti. Saat masih di pelatnas, Linda para pemain lain mendapatkan memanfaatkan fasilitas kerja sama PBSI dengan Universitas Trisakti Jakarta dengan kuliah D3. Dia tengah menyelesaikan strata 1 jurusan akuntansi perpajakan di Fakultas Ekonomi, juga di Universitas Trisakti.

Linda Wenifanetri tercatat sebagai mahasiswa Universitas Trisakti, JakartaLinda Wenifanetri tercatat sebagai mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta (Muhammad Ridho/detikSport)
Selain itu, Linda turut mengembangkan usaha keluarga yang memproduksi furnitur dan desain interior. Linda sudah diwanti-wanti oleh ibundanya untuk meneruskan usaha itu.

Kombinasi dua aktivitas itu membuat Linda kewalahan. Apalagi, kini dia harus tinggal di kos-kosan sehingga harus mengurus banyak hal sendirian.

"Saya bilang jadi atlet dan mahasiswa sama-sama capek. Kalau atlet lebih banyak capek fisik, 60:40, saat jadi mahasiswa otak. belum lagi kalau harus janjian sama dosen," ujar Linda.

Beruntung bagi Linda, teman-teman di kampus dengan senang hati membantu dia untuk memahami materi kuliah. Kerja sama apik dengan teman-temannya itu juga membuat Linda makin termotivasi untuk tak menjalani kuliah sebagai formalitas belaka.

Meski berat, Linda sebisa mungkin mengubah jam biologisnya. Jika saat masih menjadi pebulutangkis Linda harus menjalani latihan pagi dan sore hari, kini dia justru harus memenuhi tuntutan menyelesaikan tuags sampai jam berapapun. Tak jarang, Linda harus begadang sampai pukul 03.00.
LInda Wenifanetri saat tampil di Olimpiade 2016 Rio de JaneiroLInda Wenifanetri saat tampil di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Foto: Yves Lacroix/Badminton Photo

"Meski capek, saya nggak merasa berat menyelesaikan tugas sampai dini hari. Saya anggap tantangannya setara dengan menjalani turnamen. Di sini tantangannya untuk dapat IPK bagus," ujar dia.

Linda menargetkan untuk bisa jadi sarjana tahun depan. Itu demi bisa segera memenuhi tugas dari orang tuanya untuk melanjutkan usaha keluarga.

"Bukan jadi orang kantoran gitu. Jadi akuntan buat perusahaan sendiri. Juga ingin mempunyai resto dengan gaya western. Untuk jadi pelatih nggak ada keinginan ke sana. Sampai sata ini saya belum memiliki passion ke sana," tutur dia.


(fem/din)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed