DetikSport
Kamis 02 November 2017, 20:07 WIB

Gelar Juara Dunia Junior Jadi Modal Gregoria Melamar ke Skuat Asian Games

Mercy Raya - detikSport
Gelar Juara Dunia Junior Jadi Modal Gregoria Melamar ke Skuat Asian Games Gregoria Mariska Tunjung, juara dunia bulutangkis junior (dok. PBSI)
Jakarta - Gregoria Mariska Tunjung menandai level junior sebagai juara dunia. Dengan modal titel itu, dia berharap bisa masuk skuat Asian Games 2018.

Sukses Gregoria itu sekaligus memutus paceklik gelar tunggal putri selama 25 tahun di kejuaraan dunia junior. Terakhir kali tunggal putri Indonesia menjadi juara pada tahun 1992 atas nama Kristin Yunita.

"Saya senang bisa juara di WJC. Itu adalah turnamen terakhir saya juga. Tambah berkesannya lagi, kami main sebagai tuan rumah," kata Gregoria, usai menerima penghargaan dari PB Mutiara Cardinal dan PB Djarum di Grand Indonesia, Kamis (2/1/2017).

Pebulutangkis asal Wonogiri, Jawa Tengah itu bercerita sebelum memastikan predikat juara awalnya dia sempat gugup dan khawatir tidak bisa menampilkan permainan yang terbaik. Apalagi, dia tahu nomor tunggal putri sudah hampir seperempat abad tidak pernah ada yang menjadi juara.

Namun, ketakutannya berangsur hilang setelah dia mencoba lebih fokus saat pertandingan.

"Saat akan bertanding sempat tegang karena suporter banyak banget. Saya takut mengecewakan mereka tapi saya akhirnya mencoba untuk tidak berpikir apa-apa. Kekhawatiran itu pun sedikit demi sedikit sirna karena saya mulai berani dan tidak usah mikir hasil," Gregoria mengungkapkan.

Keberhasilan Gregoria seolah menutup persepsi masyarakat yang menganggap prestasi tunggal putri tak akan pernah bangkit. Gregoria menyadari itu dan berupaya untuk bisa tampil konsisten di setiap pertandingan-pertandingan yang akan datang. Terlebih tahun depan dirinya sudah masuk level senior.

"Pelatih sudah memberi tahu main di level senior tidak akan mudah karena tingkat permainannya lebih bagus. Maka itu, saya mulai mempersiapkan diri khususnya pada kekuatan kaki dan fisik," katanya.

Selain beberapa turnamen dan kejuaraan, bulutangkis Indonesia juga tengah ditunggu multievent Asian Games yang akan berlangsung 18 Agustus-2 September di Jakarta -Palembang. Gregoria punya keinginan bisa ikut memperkuat tim nasional Indonesia, namun dia menyerahkan seluruh keputusan kepada pelatih dan PBSI.

"Untuk Asian Games dari pelatih belum ada informasi karena nama-nama yang ikut belum ditentukan. Selain itu, pelatih masih akan melihat hasil dari setiap pertandingan, kedisplinan, dan semangat kami para pemain pada saat latihan," dia menjelaskan.

"Tetapi seandainya saya diturunkan tentu saya akan senang. Karena multievent itu akan menjadi Asian Games pertama bagi saya. Saya akan menunjukkan kemampuan dan tidak mau sampai mengecewakan mereka yang telah memilih saya," tambah dia menjelaskan.

"Untuk target emas ya belum juga. Soalnya masih ada lawan-lawan dari Tiongkok, Thailand, dan India. Inginnya memberi kejutan. Tapi kalau saya ditunjuk main perorangan, saya harus tampil all out," dia mengungkapkan.
(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed