Relasi Owi, sapaan Tontowi Ahmad, sempat menjadi sorotan menjelang Olimpiade 2016. Dalam periode perebutan poin menuju Rio de Janeiro itu, Owi dan Liliyana malah tak akur.
Ketidakharmonisan itu sering muncul justru saat Tontowi/Liliyana berada poin-poin kritis. Bukannya termotivasi, Owi malah sering grogi saat Liliyana mulai emosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal beban berat ada di pundak mereka. Tontowi dan Liliyana menjadi tumpuan Indonesia untuk meraih medali emas di Rio setelah Merah Putih gagal meraihnya pada Olimpiade 2012 di London.
Mereka berhasil menjawab dengan menciptakan happy ending. Tontowi dan Liliyana menjadi juara dan menggenggam medali emas dari Olimpiade Rio.
"Masa-masa berat sudah terlewati. Masa terberat," kata Owi mengenang periode itu.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Foto: Suhaimi Abdullah/Getty Images |
Owi juga lebih stabil menciptakan serangan dan tak gampang bikin kesalahan. Dia mengakui kini lebih relaks setiap kali tampil dalam turnamen.
"Saya tak pernah berpikir kalau saya menjadi leader di lapangan. Saya hanya berusaha mengeluarkan performa terbaik," dia mengatakan.
"Lagipula, kami sudah mendapatkan hampir semua gelar juara, jadi tinggal latihan maksimal dan enjoy dalam setiap turnamen. Tidak perlu merasakan beban lagi," Owi menegaskan.
satu tugas lain sudah menanti Owi dan Liliyana. Mereka dipertahankan untuk menjadi andalan di Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
(fem/nds)












































Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Foto: Suhaimi Abdullah/Getty Images