DetikSport
Selasa 07 November 2017, 15:32 WIB

Bukan Cuma Soal Titel, Ini Makna Juara Prancis Terbuka buat Greysia/Apriyani

Femi Diah - detikSport
Bukan Cuma Soal Titel, Ini Makna Juara Prancis Terbuka buat Greysia/Apriyani Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyimpan makna tersendiri dari Prancis Terbuka Super Sereis 2017. (Hasan Al Habsyi/detikSport)
Jakarta - Greysia Polii/Apriyani Rahayu memiliki kesan mendalam untuk raihan gelar juara Prancis Terbuka Super Series 2017. Bukan sekadar naik podium tertinggi.

Greysia/Apriyani mengukuhkan diri sebagai juara Prancis Terbuka usai mengalahkan ganda putri Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan di partai final. Greysia/Apriyani menang dengan skor 21-17, 21-15 di Stade Pierre de Coubertin pada 29 Oktober.

Gelar juara itu tak sekadar menjadi penanda sukses Greysia/Apriyani yang baru dipasangkan selama enam bulan. Mereka tetap mengambil banyak pelajaran dari keberhasilan di ajang berhadiah total USD 325 ribu itu.

"Kami selalu berupaya untuk membawa aura positif setiap datang ke pertandingan. Koh Didi (Eng Hiang, pelatih ganda putri pelatnas PBSI) dan Mas Chafidz Yusuf (asisten pelatih) selalu mengingatkan agar kami mengambil sesuatu yang positifnya dari setiap pertandingan. Terutama untuk Apri," kata Greysia saat disambangi detikSport, Senin (6/11/2017).



"Untuk juara atau tidak di Prancis itu, saya memiliki ekspektasi. Sebab, setelah juara Thailand Grand Prix Gold, otomatis pelatih menaikkan target kami, dan level itu tentunya super series. Standar kami memang sudah di super series, tinggal kapannya saja untuk jadi juara," ujar dia.

Sementara itu, Apri menganggap sukses juara di Prancis itu bukan hanya perkara keberhasilan di babak final. Dia menjadikan keberhasilan itu sebagai sebuah jawaban untuk kepercayaan dari pelatih.

"Saya berfokus kepada pertandingan per pertandingan. Satu demi satu lawan, eh tahu-tahu sampai ke final. Pertandingan terberat saat semifinal, rasanya aduh ketemu Chen Qingchen (China), tapi akhirnya mampu mengalahkannya," ujar Apriyani.

"Tapi, saya selalu teringat bahwa tugas saya setelah di pelatnas ini adalah untuk jadi juara. Apalagi, Koh Didi sudah memasangkan saya dengan Kak Grace (sapaan karib greysia Polii), saya harus mengimbanginya," kata Apriyani, yang dibesarkan PB jaya Raya dan sempat menjadi pemain Pelita Bakrie Jakarta itu.



(fem/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed