Tersingkir di Prancis Terbuka, Davenport Tetap Nomor Satu

Tersingkir di Prancis Terbuka, Davenport Tetap Nomor Satu

- Sport
Rabu, 01 Jun 2005 16:31 WIB
Jakarta - Lindsay Davenport disingkirkan Mary Pierce di perempat final Prancis Terbuka. Namun dia tetap petenis nomor satu setelah saingannya Maria Sharapova juga kandas di babak yang sama. Sejak awal tahun 2005, peringkat Davenport memang terancam Sharapova. Sebelum di Prancis Terbuka, petenis Rusia itu bahkan memiliki dua kesempatan buat mencuri gelarnya. Pertama di turnamen Jerman Terbuka (2-8 Mei) dan kedua di Italia Terbuka (9-15 Mei). Jika saja Sharapova berhasil juara di dua turnamen tersebut, maka gelar Davenport melayang. Namun Sharapova tak berhasil. Di Jerman, Sharapova dikalahkan Justine Henin-Hardenne pada babak perempatfinal. Di Roma, petenis jelita ini lagi-lagi gagal. Kali ini di tangan Patty Schnyder di semifinal. Kesempatan terkini Sharapova muncul di Prancis Terbuka. Namun lagi-lagi dia gagal usai ditekuk Henin-Hardenne 4-6 2-6 di perempat final."Peringkat kedua juga merupakan prestasi yang luar biasa. Saya tak punya beban. Entah itu nomor satu atau nomor dua. Saya akan memiliki banyak memori indah dan saya lega karena saya akan kembali berlaga di lapangan rumput (Wimbledon-Red)," ucap Sharapova. "Saya terkejut masih bisa bertahan di nomor satu, mengingat saya tak bermain sama sekali di Eropa kecuali turnamen ini," komentan Davenport, petenis yang sebelum Prancis Terbuka memilih mengambil liburan, seperti dilansir Guardian, Rabu (1/6/2005). Kegagalan Davenport di Roland Garros menegaskan keterpurukan petenis AS tersebut di lapangan tanah liat ini. Prestasi terbaiknya hanya menembus empat besar tahun 1998. Namun Davenport tetap merasa puas dengan pencapaiannya di turnamen ini. "Saya telah melampaui harapan saya sendiri dan sekarang saya bangga dengan yang telah saya raih. Saya merasa kurang puas dengan permainan tenis saya sekarang," tandasnya. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads