DetikSport
Senin 20 November 2017, 19:40 WIB

Gede Widiade dan Rildo Anwar Ramaikan Bursa Ketum PP Pelti

Mercy Raya - detikSport
Gede Widiade dan Rildo Anwar Ramaikan Bursa Ketum PP Pelti Gede Widiade mencalonkan diri sebagai Ketum PP Pelti. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - PP Pelti mencari ketua umum baru. Sejumlah nama meramaikan bursa, termasuk Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade, dan bekas petenis Rildo Anwar.

Bursa ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (PP Pelti) dibuka 2-5 November. Hingga penutupan muncul sejumlah nama bakal calon. Yakni, Rildo Anwar, Anton Lukmanto, dan Umbu Samapatty. Dalam prosesnya hanya Rildo Anwar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi, batas minimal suara (sepuluh dukungan pengprov). Rildo cukup akrab dengan tenis dan menjabat sebagai dirjen PUPR, juga pernah merajai kejuaraan nasional di era 1980-an mengantungi 14 suara. Anton, yang menjabat sebagai Dewan Pengawas APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dan Komisaris Utama PT Food Station Tjipinang Jaya sejak 29 September 2015, tak lolos, dengan hanya mendapatkan sepuluh dukungan dari pengprov. Umbu yang menjabat bidang hukum di beberapa pengurus pusat cabang olahraga tidak lolos verifikasi karena memang tak mengembalikan formulir pendaftaran.

"Dalam perjalanan ada nama baru, yaitu Gede Widiade. Dia cukup memenuhi administrasi, pendukung, dan pengalaman di organisasi olahraga. Maka, dalam Munas nanti hanya ada dua calon yaitu Gede dan Rildo," kata Ketua Umum PP Pelti periode 2013-2017, Wibowo Suseno Wirjawan, dalam jumpa pers.

Maman, sapaan karib Wibowo Suseno Wirjawan, mengakui Gede terlambat mendaftar. Yakni, pada 10 November, bertepatan dengan periode verifikasi calon.

Namun, Maman yang juga kakak kandung dari Gita Wirjawan itu, memastikan Gede, orang baru di tenis, tak menyalahi aturan yang ada. Pemilihan ketua umum dilakukan saat Musyawarah Nasional Pelti dihelat di Banjarmasin pada 24-26 November.

"Masuknya Bapak Gede (memang) telat tapi tidak menyalahi tapi suatu dinamika, agar tidak hanya satu calon. Agar Pengprov bisa mempertimbangkan calon lainnya," kata Wibowo.

Gede Klaim Didukung 13 Pengprov

Sementara itu, Gede Widiade yang dihubungi terpisah membenarkan pencalonan dirinya. Dia menyebut ada 13 pengurus daerah yang telah bersedia mendukungnya. Di antaranya, Aceh, Riau, Papua, Kalimantan Timur, Banten.

"Benar (ikut pencalonan ketum Pelti)," kata Gede, ketika dikonfirmasi terpisah oleh detikSport.

"Pertimbangannya adalah hobi saya ada tiga, sepakbola, tenis, dan golf. Keluarga saya pehobi tenis," katanya.

Gede sendiri telah ditawari oleh para pengurus Pelti dan pengprov sejak awal November. Saat itu, dia masih dalam posisi mendengarkan dan melihat posisi Pelti di mana.

"Saya didatangi oleh komunitas tenis dari Pengprov, mereka meminta saya untuk berpartisipasi membenahi Pelti," kata Gede.

"Saya mendengarkan, bagaimana, apa, dan posisi Pelti di mana? Kemudian saya berpikir dan merasa bahwa Pelti merupakan organisasi yang cukup bagus. Cuma dibandingkan dengan sepakbola, tenis masih lebih simple. Tapi bukan berarti problemnya lebih mudah dari sepakbola," Gede menambahkan.

"Jadi saya melihat, membandingkan, memperhatikan, saya sayang berminat dan tertantang menjadi bagian dari komunitas tenis," ujar dia kemudian.

=====

Berita ralat. Sebelumnya tertulis Anton Lukman yang turut meramaikan bursa ketum. Yang benar adalah Rildo Anwar. Demikian kesalahan sudah diperbaiki. Mohon maaf atas ketidaknyamanan pembaca.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed