DetikSport
Kamis 23 November 2017, 00:27 WIB

Hong Kong Terbuka Super Series

Anthony dan Jonatan Kandas di Babak Pertama, Ini Evaluasi Pelatih

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Anthony dan Jonatan Kandas di Babak Pertama, Ini Evaluasi Pelatih Anthony Sinisuka Ginting tersingkir di babak pertama Hong Kong Terbuka (Tim Humas Dan Media PP PBSI)
Kowloon - Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie langsung kandas di babak pertama Hong Kong Terbuka Super Series 2017. Penampilan mereka pun dievaluasi oleh pelatihnya.

Anthony tersisih setelah dikalahkan wakil tuan rumah, Wong Wing Ki Vincent, dengan skor 21-18, 11-21 dan 16-21, Rabu (22/11/2017). Pada pertandingan lainnya, Jonatan harus mengakui keunggulan pemain Taiwan, Wang Tzu Wei, 17-21 dan 13-21.

Pelatih tunggal putra pelatnas PBSI, Hendry Saputra, memberikan penilaian soal performa Anthony dan Jonatan.

"Kalau saya lihat dari permainannya memang saya lihat ada kecepatan yang agak berkurang. Ini bukan menjadi alasan, tapi ini yang dialami Anthony. Saya bacanya seperti itu. Kecepatan kakinya tidak bisa mengimbangi rancangan main yang diharapkannya," ujar Hendry kepada badmintonindonesia.org di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Hong Kong.

"Anthony merupakan pemain yang mengandalkan speed power. Dengan satu keadaan antara menang atau kalah angin, saya rasa Anthony harus punya kematangan menyikapi hal tersebut. Sehingga bisa dapat hasil yang baik. Saya lihat rata-rata yang menang angin biasanya merasa rugi karena stroke-nya tidak bisa digunakan dengan maksimal, beda dengan waktu kalah angin," jelas Hendry.

"Dari Prancis kemarin dia ada kena di lutut. Sekarang sudah lebih baik. Tapi dengan tempo main yang mengandalkan speed power, dia berarti harus konsisten terus. Nah masalah konsistennya ini saya rasa ada pengurangan sedikit. Ini tidak bisa jadi alasan. Tapi dari sisi pengalaman mental juangnya harus ada peningkatan. Karena mereka sering ketemu. Ada pengaruh kematangan dan kepintaran di lapangan. Lawan agak lebih siap untuk bisa mengatasi serangan Anthony," tambahnya.

Sementara untuk Jonatan, Hendry menyebut pemainnya itu harus meningkatkan variasi pukulan untuk mematikan lawan. Menurutnya, persoalan variasi pukulan masih menjadi salah satu titik lemah Jonatan.

"Jonatan juga ada sedikit kendala di sini. Kalau Jonatan stroke-nya kurang variasi. Dengan jangkauan dan tenaga yang cukup, tapi dia punya teknik masih kurang variasi, kurang bisa menekan lawan, nggak sama dengan Anthony," katanya.

Anthony dan Jonatan menciptakan All Indonesian Final di Korea Terbuka Super Series pada bulan September. Tapi, di turnamen-turnamen berikutnya mereka kerap tersisih di babak-babak awal.

"Kalau dilihat dari lawannya memang nggak gampang. Tapi kalau dilihat dari Korea Open kemarin, saya harap mereka punya pengalaman yang lebih baik. Tapi masalah konsistensinya ternyata masih kurang. Namanya proses, ini yang mesti diadu. Pemain yang atas juga bisa mengalami hal seperti ini," ujar Hendry.

"Untuk semua pemain saya rasa perlu penguatan otot kaki, stamina juga perlu ditambahkan, untuk jangka panjang pertandingan," tambahnya lagi.

Tersingkir di babak pertama Hong Kong Terbuka membuat peluang Anthony dan Jonatan menuju Dubai World Super Series Finals 2017 akhirnya tertutup. Keduanya dipastikan tak bisa ambil bagian di turnamen tersebut.

"Kecewa tidak, tapi saya sebenarnya ada harapan mereka punya pengalaman untuk main di sana. Karena suasananya kan beda. Tapi kalau lihat kondisi kakinya, saya yakin tidak maksimal. Saya perlu waktu untuk membuat mereka percaya diri. Jadi sekarang akan recovery supaya bisa lebih baik," tutup Hendry.



(mfi/cas)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed