DetikSport
Jumat 24 November 2017, 23:20 WIB

Susy Susanti: Praveen/Debby Terkendala Persoalan Nonteknis

Mercy Raya - detikSport
Susy Susanti: Praveen/Debby Terkendala Persoalan Nonteknis Praveen Jordan/Debby Susanto (Tim Humas Dan Social Media PP PBSI)
Jakarta - PP PBSI kecewa dengan pencapaian Praveen Jordan/Debby Susanto akhir-akhir ini. PBSI meyakini ada persoalan nonteknis yang menghambat Praveen/Debby.

Sebagai ganda campuran peringkat empat dunia, Praveen/Debby tak bisa melangkah jauh di dua turnamen terakhir. Mereka selalu kandas di babak pertama China Terbuka Super Series Premier dan Hong Kong Terbuka Super Series.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengakui bahwa hasil yang diberikan Praveen/Debby tidak sesuai harapan.

"Kami memang agak berharap banyak dari pasangan Praveen/Debby. Tetapi, pada dua kejuaraan ini tidak memenuhi harapan masyarakat. Padahal jika dilihat secara teknik mestinya kelas mereka sudah di atas. Jadi memang kendalanya ada pada nonteknis," kata Susy ketika ditemui di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (24/11/2017).

Persoalan nonteknis yang dimaksud Susy berkaitan dengan ketidakstabilan pasangan ini dalam setiap laga.

"Jika melihat secara permainan sebenarnya mereka berimbang ya. Kenapa? karena bisa juara All England dan beberapa pertandingan. Tapi secara keseluruhan mereka belum stabil. Itulah yang menjadi kendala nonteknis dan berdampak cukup besar," katanya.

"Menyelesaikannya pun tidak bisa sendiri, harus banyak pihak yang menangani. Tidak hanya secara teknik, latihan, tapi akan ada beberapa yang kami bicarakan khusus," Susy menjelaskan.

Praveen/Debby masih punya satu kesempatan tersisa pada tahun ini untuk memperbaiki prestasi mereka, yaitu di BWF Super Series Masters Finals, yang akan dilangsungkan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada bulan depan.

"Nanti kami akan lihat sampai di mana bisa dimaksimalkan di Dubai. Tapi ini jadi catatan dan evaluasi kami juga untuk ke depannya. Jangan sampai hanya mengandalkan mereka saja, tapi siapkan pemain lain," tutur Susy.

"Saya berpikir yang terjelek dulu. Karena kan sudah beberapa kali kesempatan diberikan tapi hasilnya belum maksimal. Apakah ada yang salah? Sebelah mana sih salahnya? nah itu yang harus kami cari titik kelemahannya atau di mana yang menjadi bagian yang tidak berhasil dari pasangan itu," ujar dia lagi.

Dibandingkan dengan Praveen/Debby, hasil dari para pelapis membuat Susy cukup puas. Dalam turnamen Hong Kong Terbuka, misalnya, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti mampu menembus babak kedua meski harus merangkak dari babak kualifikasi.

"Kami melihat mereka ada peningkatan dan perlawanan cukup ketat ya. Memang peta persaingan sekarang cukup merata, khususnya pemain muda. Kami pun melakukan bongkar pasangan untuk mencari komposisi terbaik. Jadi meski hasil yang didapat belum maksimal menjadi juara tapi ada progress," Susy menjelaskan.



(mcy/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed