Kevin/Marcus tak akan membiarkan sebuah laga bergulir biasa-biasa saja. Servis dengan gaya kibasan, menyemes tepat ke badan lawan, bahkan sampai meminta ganti shuttlecock pun sering kali dianggap aksi y ang tak biasa.
Lawan kemudian protes kepada wasit. Jika lawan sudah terprovokasi, diakui atau tidak, situasi itu cukup menguntungkan untuk Kevin/Marcus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita ditindas masak kita ngalah, he he he," dia menambahkan.
Kevin sekaligus menjelaskan aksi goyang pinggul di akhir final China Terbuka. GErakan itu seolah membalas Mathias Boe, pemain Denmark, yang melakukannya di Indonesia Terbuka.
"(Goyangan itu) nggak direncanakan, itu reflek saja," ujar dia.
Kevin/Marcus masih menyisakan satu turnamen super series pada 2017 ini. Jika sukses menjadi juara di Finals Masters di Dubai, mereka bakal mencatatkan diri sebagai pemain tersukses di super series.
(fem/krs)










































