DetikSport
Senin 04 Desember 2017, 18:25 WIB

Musim 2018 yang Melelahkan Untuk Pebulutangkis Top Dunia

Femi Diah - detikSport
Musim 2018 yang Melelahkan Untuk Pebulutangkis Top Dunia Foto: Reuters
Jakarta - Perubahan struktur turnamen bulutangkis mulai 2018 diprediksi bakal makin berat bagi pemain papan atas dunia. Mereka wajib tampil pada 12 ajang jika tak ingin mendapatkan sanksi.

Federasi bulutangkis dunia (BWF) mengubah struktur level turnamen pada 2018-2021. Nantinya, bakal ada lima level turnamen berbeda berdasarkan total hadiah yang ditawarkan.

Selain perubahan struktur, seperti dilansir The Stars, BWF mewajibkan pebulutangkis tunggal yang berada pada peringkat 15 besar dan 10 pasang ganda teratas dunia tampil pada 12 turnamen terbuka dalam satu musim. Saat ini, pemain terbaik hanya wajib tampil pada lima turnamen super series premier.

"Mereka akan didenda kalau tak tampil," kata sekretaris Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM), Datuk Ng Chin Chai.

"Struktur baru itu menawarkan hadiah lebih besar dan kualitas persaingan yang lebih baik, tetapi pemain papan atas akan lebih sibuk," dia menambahkan.

Selain itu, BWF mengatur tak akan ada babak kualifikasi pada turnamen level 2 dan level 3. Jadi, hanya bakal ada 32 pemain peringkat terbaik yang unjuk gigi. Selain itu, BWF mengurangi kuota untuk level 4 dan 5.

Dengan pembatasan kuota itu, pebulutangkis dituntut untuk menjalani turnamen secara berjenjang. Akankah lebih menarik?

Berikut struktur baru turnamen BWF:

Musim 2018 Bakal Melelahkan Untuk Pebulutangkis Top DuniaFoto: istimewa

(fem/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed