Terpilih Sebagai Kabidpinpres PBSI
Rudy Butuh Pemain Bermental Juara
Senin, 06 Jun 2005 15:44 WIB
Jakarta - Maestro bulutangkis Rudy Hartono siap menjalankan tugas sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi dan Pelatnas PB PBSI. Sebagai langkah awal ia membutuhkan pemain bermental juara. Menggantikan Icuk Sugiarto yang mundur dari jabatan tersebut pada April lalu, Rudy mengaku bukanlah tugas yang mudah untuk bisa mewujudkan ekspektasi terhadap dunia perbulutangkisan Indonesia yang berprestasi. Namun bukan berarti itu tidak bisa dilakukan. Dengan kerja sama yang berkesinambungan dalam penerapan program di antara pelatih dan pemain, harapan memenuhi target jangka pendek seperti menjuarai kejuaraan dunia yang bakal digelar dua bulan mendatang bisa terwujud. "Target tentulah bisa jadi juara. Tidak ada yang mau jadi nomor dua. Jangka pendek adalah kejuaraan dunia, yang idealnya kita masuk final dulu," ujar Rudy saat dihubungi Detiksport, Senin (6/6/2005). Tentang program yang akan dijalankannya, Rudy menjelaskan semua itu bisa bergulir dengan baik dan maksimal jika pelatih maupun pemain punya semangat, niat dan keyakinan kuat untuk berprestasi merengkuh gelar juara."Saya jelaskan, ada faktor teknis dan non-teknis. Yang saya paling akan saya fokuskan adalah non-teknis, karena dari sinilah semangat, will, keinginan kuat, muncul dari seorang pemain. Itulah yang disebut extra power. Maka seorang pemain bisa berlatih dengan sangat keras mencapai overload training," jelasnya."Oleh karena itu saya akan melihat dan mengevaluasi data-data pemain pelatnas. Akan dipanggil satu per satu, ditanyakan alasannya kenapa kok prestasinya hanya segini. Jadi, jika tidak bisa berprestasi, silakan mundur," tukas juara All Englang delapan kali itu. Tentang apakah akan ada kendala yang dihadapinya dalam menjalankan tugas barunya itu, Rudy tidak menampik. "Pasti, pasti ada kendala. Sesuatu perubahan pasti ada ketidaknyamanan. Tuntutan untuk jadi juara, mengharuskan seorang olahragawan berlatih tertib dan sangat keras. Jangan ada salah pengertian tentang like atau dislike. Lebih baik dislike tapi jadi juara daripada like tapi tidak juara," tegasnya. Mengantisipasi hal tersebut, setidaknya langkah berpikir positif akan diambil oleh Rudy. "Harus punya pikiran positif kalau persiapan baik pasti ada hasilnya. Tapi ingat, Rudy Hartono bukan Tuhan, semuanya bisa terwujud harus dengan kerja sama," ujar Rudy yang sebelumnya menjabat ketua bidang pembinaan daerah ini. Sementara itu menanggapi prestasi bulutangkis Indonesia yang oleh sebagian kalangan dianggap memprihatinkan, Rudy menyatakan ketidaksetujuannya. Berdasarkan hasil Piala Sudirman beberapa waktu lalu, di mana Indonesia bisa mencapai babak final, maka tim Merah Putih masih bisa dipandang sebagai lawan yang patut diperhitungkan. "Kita lihat saat Piala Sudirman, Indonesia memberikan perlawanan total. Meski kalah, kita mendapat pelajaran yang berharga. Yakni pelajaran mempersiapkan diri lebih matang, lebih benar dan lebih serius," ucapnya.Kendati demikian, Rudy tak menampik jika sektor putri diperlukan perhatian khusus, mengingat prestasi di sektor ini sudah cukup tertinggal jauh. "Putri kita memang tertinggal jauh. Stamina dan daya tahan kita kalah. Nah, sekarang bagaimana meningkatkan semua itu supaya lebih tahan dan tidak gampang menyerah." (erk/)











































