DetikSport
Rabu 06 Desember 2017, 19:09 WIB

Menyeberang ke Ganda Campuran, Ricky Berambisi Bayar Kepercayaan

Mercy Raya - detikSport
Menyeberang ke Ganda Campuran, Ricky Berambisi Bayar Kepercayaan Foto: PP PBSI
Jakarta - Ricky Karanda Suwardi menyeberang ke skuat ganda campuran mulai awal 2018. Bersama Debby Susanto, dia bertekad melebihi perolehan Praveen Jordan.

Ricky akan berstatus sebagai pemain ganda campuran sepenuhnya mulai 2018. Awalnya, Ricky hanya bakal menjadikan ganda campuran untuk mengasah fisik dan teknik. Tapi rupanya, ganda campuran membutuhkan tenaganya.

Situasi itu membuat Ricky bakal memulai di jalur baru; sebagai pemain ganda campuran. Oleh pelatih, dia dipasangkan dengan Debby yang mengoleksi dua gelar juara super series bersama Praveen Jordan. Praveen dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti.

Keputusan itu diambil untuk mencari ganda campuran terbaik sebagai pelapis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Ricky pun tertantang untuk menjawab kepercayaan Richard Mainaky, pelatih pelatnas ganda campuran.

"Awalnya, ada tawaran untuk bermain rangkap (ganda putra dan ganda campuran) dan sudah diiyakan. Tapi, belakangan ternyata sektor ganda putra akan ada pemain yang masuk sehingga jumlahnya ganjil. Jadi, supaya genap saya geser ke campuran," kata Ricky saat dihubungi pewarta, Rabu (6/12/2017).

Bagi Ricky bermain di sektor ganda campuran bukanlah kali pertama. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012, dia pernah berpasangan dengan Richi Puspita Dili. Saat itu keduanya mengalahkan pasangan Tontowi/Debby. Namun, untuk level internasional dia sama sekali belum pernah menjajalnya.

"Dalam pelatnas jarang main campuran lebih sering di klub. Ya, tugas baru ini akan saya jalani dengan nothing to lose saja karena masih baru," ujar dia.

Bertekad Lewati Perolehan Praveen

Meski sudah terbiasa main di ganda, Ricky mengatakan masih kesulitan untuk menjaga kekompakan dan komunikasi. Karena itu, bersama Debby akan memperbaiki kesulitan tersebut.

"Saya baru mulai latihan besok. Tapi, baru sebatas menjalani program dari Kak Icad (Richard Mainaky). Adaptasi dulu. Sementara mulai program bersama Debby awal Januari atau setelah Dubai karena Praveen/Debby masih akan turun Desember ini," dia mengungkapkan.

Bersama Angga, Ricky sudah pernah mencapai rangking enam, namun dalam tiga bulan terakhir keduanya turun sampai akhirnya mentok di 12 dunia. Ricky berharap adanya perubahan ini bisa memberikan atmosfer baru bagi Indonesia dan persaingan di ganda campuran. Terutama pada tiga turnamen yang akan dijalaninya bersama Debby pada Januari hingga Februari mendatang, yaitu Malaysia Master, Indonesia Master, dan India Super Series.

"Pertama-tama Malaysia dulu. Ya, saya tidak ingin jauh-jauh dulu. Untuk awalan tidak ada target sama sekali. Nanti baru menyusul Indonesia Master dan India," ujarnya.

"Sementara target pribadi ingin melebihi dan saya kebetulan dipercaya dengan ganda campuran. Target saya harus lebih dari Praveen," dia bertekad.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed