DetikSport
Selasa 02 Januari 2018, 18:15 WIB

Susy Susanti soal Jadwal Padat Turnamen BWF Mulai 2018

Femi Diah - detikSport
Susy Susanti soal Jadwal Padat Turnamen BWF Mulai 2018 Susy Susanti (Femi Diah/detikSport)
Jakarta - Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menerapkan struktur baru untuk turnamen sepanjang tahun mulai 2018. Muncul pendapat pro dan kontra.

Mulai tahun ini, BWF menerapkan aturan baru. Para pebulutangkis tunggal, putra dan putri, yang ada di peringkat 15 besar serta sepuluh besar nomor ganda, putra, putri, dan campuran, wajib mengikuti 12 turnamen terbuka (tiga turnamen Premier of Premiers, lima turnamen Superseries Premier, dan empat dari tujuh turnamen Super Series. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang periode sebelumnya, wajib tampil pada lima turnamen. Jika absen, pemain harus membayar denda.

Selain 12 turnamen, bagi para pemain elite Indonesia masih dijadwalkan tampil pada Kualifikasi Piala Thomas dan Uber pada Badminton Asia Team Championships, putaran final Piala Thomas Uber, dan Asian Games.

Padatnya jadwal turnamen yang harus diikuti oleh pemain-pemain elite itu menuai pro dan kontra. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, menyadari jadwal padat tersebut. Dia meminta agar pelatih pandai-pandai menyusun jadwal turnamen.

"Turnamen memang banyak, tapi kami bisa memilih. Setahun ada sekitar 60 turnamen yang digulirkan BWF. Tapi, tidak mungkin satu pemain mengikuti semua. Tidak mungkin satu pemain turun dalam empat kejuaraan secara beruntun," ujar Susy Susanti yang dihubungi detikSport, Selasa (2/1/2018).

"Melihat jadwal yang ada, pemain elite kami siapkan tampil pada, utamanya, Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup, tiga premier of premiers, lima super series premier, dan beberapa turnamen super series. Pelatih akan mendiskusikan ajang mana saja yang diikuti," ujar pemilik medali emas Olimpiade 1992 Barcelona itu.

"Kami harus bisa mengatur agar prestasi tetap didapatkan (meski jadwal padat). Pelatih ditantang untuk bisa mengatur peak performance dengan menjaga kondisi, jaga performa, konsistensi, dan mengatur pertandingan. Apapun, kesiapan pemain dibutuhkan agar target penting bisa didapatkan," ujar Susy.

Sampai saat ini, BWF belum mengumumkan secara resmi rincian detail struktur turnamen yang baru. Sementara, disebut-sebut Premier of Premiers menjadi predikat tiga turnamen; All-England Championships, Indonesia Terbuka, dan China Terbuka. Kemudian, Malaysian Terbuka, China Terbuka, Denmark Terbuka, Prancis Terbuka, dan Jepang Terbuka masuk kategori Superseries Premier. Sementara, Malaysia Masters, Indonesia Masters, India Terbuka, Thailand Terbuka, Singapura Terbuka, Korea Terbuka, Hong Kong Terbuka akan menjadi turnamen Superserie. Kabarnya, BWF bakal mengumumkannya pada 8 Januari.


(fem/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed