DetikSport
Rabu 10 Januari 2018, 20:35 WIB

Tugas Minarti Timur: Bawa Tunggal Putri Tembus 10 Besar Dunia

Mercy Raya - detikSport
Tugas Minarti Timur: Bawa Tunggal Putri Tembus 10 Besar Dunia Minarti Timur (kedua dari kiri) (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Minarti Timur secara resmi menjadi pelatih kepala sektor tunggal putri pelatnas bulutangkis. PP PBSI menargetkan Minarti untuk membawa Fitriani dkk. menembus 10 besar dunia.

PBSI mengapresiasi Minarti atas kinerja setahun ini. Pemilik medali perunggu Olimpiade 2000 Sydney dari sektor ganda campuran itu naik jabatan setelah dinilai mampu meningkatkan prestasi sektor tunggal putri.

Laju tunggal putri sejak awal 2017 hingga kini sudah cukup meyakinkan PBSI bahwa Minarti merupakan sosok yang tepat untuk memajukan penampilan Fitriani cs.

[Baca Juga: Naik Pangkat, Minarti Timur Jadi Pelatih Kepala Tunggal Putri Pelatnas PBSI]

Tak ingin sekadar meningkat, PBSI juga berharap ada perubahan yang signifikan diperoleh para atletnya, terutama level senior.

"Sebenarnya bukan hanya Ci Memey (Minarti Timur) saja tapi semua pelatih kami lihat. Kami pantau program latihannya, sikapnya, kemudian lewat dari prestasi atlet yang dihasilkan. Nah, dari sana kami juga melihat progresnya seperti apa.
Tentu akan ada standarnya untuk sektor tunggal putri," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI, Susy Susanti, ketika dikonfirmasi detikSport, Rabu (1/10/2018).

"Tapi tidak juga, muluk-muluk misalnya dalam setahun ke depan tunggal putri menjadi juara dunia. Kami tahu lah kelas dari atlet-atlet ini. Paling tidak contohnya Gregoria Mariska sekarang di rangking 50 dunia untuk senior, dalam setahun kami mau dia masuk 10 besar rangking senior atau 15 besar, jadi ada targetnya," Susy menjelaskan.

"Kemudian Fitriani jika sebelumnya dalam turnamen-turneman besar tembus semifinal maupun final maka saat ini paling tidak juara di Grand Prix Gold. Jadi ada progress peningkatan prestasi dan rangking," dia menambahkan.

Optimisme Susy dibangun berdasarkan laju para pemain tunggal putri tahun lalu. Sebelumnya, tunggal putri Indonesia selalu tertinggal namun 2017 mereka bisa tembus semifinal, bahkan ada yang juara dunia walau junior.

"Tetapi itu masuk menjadi bahan penilaian kami," ujar wanita berusia 46 tahun ini.

Untuk mewujudkan target tersebut, peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini, memberi kewenangan penuh bagi Minarti dan pelatih sektor lainnya untuk memilih turnamen yang dibutuhkan atletnya untuk menembus 10 besar dunia.

"Tidak hanya memberi kewenangan tapi juga berkoordinasi. Saya, bagian luar negeri, pelatih, berkomunikasi bagaimana pengiriman strategi pelatih untuk dapat rangking yang diinginkan," katanya.

"Tetapi tentu untuk perencanaan ditentukan oleh para pelatih itu sendiri. Seperti mengatur strategi bukan hanya program latihan, juga pengiriman pemain ke turnamen," ujar dia.

"Pelatih harus jeli tidak hanya mengamati pemain tetapi jeli menentukan strategi bagaimana pemain bisa masuk dalam program maupun target dia. Contoh Gregoria Mariska, bagaimana dia bisa masuk rangking 10-15 dunia, berapa turnamen yang harus diikuti, kemana saja, sesuai dengan kelasnya. Jika tidak dapat harus kemana lagi. jadi pelatih tidak hanya melatih tapi jeli melihat strategi. Jadi banyak hal," dia mengimbau.
(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed