DetikSport
Kamis 11 Januari 2018, 18:50 WIB

Ikhsan Rumbay: Satu Kelas dengan Egy, Kini Bersama Jonatan dan Anthony di PBSI

Femi Diah - detikSport
Ikhsan Rumbay: Satu Kelas dengan Egy, Kini Bersama Jonatan dan Anthony di PBSI Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay bersama Christian Hadinata. (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Laju bagus sepanjang 2017 membuka jalan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay ke pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Di SKO Ragunan, dia satu kelas dengan Egy Maulana Vikri.

Ikhsan lahir di Tomohon, Sulawesi Utara pada 15 Januari 2000 dari keluarga petani. Dia mulai mengenal bulutangkis sebagai permainan anak kampung.

"Main di depan rumah saja, nggak ada lapangannya. Terus saya kalah dan sedih, terus kata papa, "Mau ngalahin dia nggak." Sejak itu saya serius untuk berlatih," Ikhsan mengenang.

Oleh ayahnya, pemain yang mengidolakan pemain China, Lin Dan, itu didaftarkan ke PB Mutiara Tondano, yang kini sudah bubar. Dia sempat bergabung dengan klub Papua, PB Hiu. Tapi kemudian memilih untuk pulang ke Tomohon. Setelah itu dia bergabung dengan klub di Bandung saat berusia 11 tahun, tapi tidak betah.

Sirnas di Manado 2015 menjadi momen penting bagi Ikhsan. Gagal melaju jauh setelah dikalahkan Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu dia menjadi giat berlatih.

Ikhsan Rumbay: Satu Kelas dengan Egy, Kini Bersama Jonatan dan Anthony di PBSI(Rengga Sancaya/detikSport)

Dalam prosesnya, Ikhsan mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan SKO Ragunan di Jakarta. Ikhsan satu kelas dengan pemain Timnas U-19, Egy Maulana Vikri.

"Dia akan main di klub luar negeri, ya. Saya ke Cipayung," ujar Ikhsan.

DI SKO Ragunan, Ikhsan ditangani oleh bekas pemain timnas yang juga pemain PB Djarum, Luluk Hadiyanto. Luluk menilai Ikhsan bukan pemain berbakat, tapi seorang pekerja keras.

"Saya melihat power Ikhsan sangat besar, kalau talenta sih tidak ada yang istimewa. Tapi, dia mau belajar dan mau latihan ekstra," kata Luluk.

[Baca Juga: Ikhsan Rumbay Jadi Atlet Muda Terbaik PB Djarum 2017]

Bahkan, pukulan-pukulan Ikhsan masih mentah. Ikhsan belum mengenal banyak pukulan yang biasanya sudah dimiliki oleh pemain seusia dia.

Namun, Luluk melihat potensi bessar Ikhsan. Dia pun menularkan kemampuannya.

Luluk mengakui upaya itu tidak mudah. Sering dia jengkel kalau Ikhsan sulit menerima skill baru. Beruntung bagi Luluk, dia dekat dengan Christian Hadinata sehingga bisa berkonsultasi kapan saja.

Hampir tiga tahun di SKO Ragunan, Ikhsan menjawab dengan mampu menjadi juara tunggal taruna putra Kejurnas 2017. Sukses di Kejurnas itu membuat Ikhsan mendapatkan tiket ke pelatnas Cipayung. Dia berstatus pelatnas pratama.

"Setelah bergabung ke pelatnas saya semakin bersemangat. Apalagi, saya bisa bertemu dengan senior macam Ihsan (Maulana Mustofa), Jonatan (Christie), dan Anthony (Sinisuka Ginting)," kata Ikhsan.

"Kalau sharing atau ngobrol sih belum, saya kan di pratama. Tapi, saya sering memperhatikan mereka saat latihan. Saya ambil hal positif dari latihan mereka," Ikhsan mengungkapkan.



(fem/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed