DetikSport
Senin 22 Januari 2018, 17:15 WIB

Indonesia Masters 2018 di Istora yang Baru Siap Digelar

Mercy Raya - detikSport
Indonesia Masters 2018 di Istora yang Baru Siap Digelar Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Turnamen Indonesia Masters 2018 bakal menjadi momentum untuk mengenalkan Istora usai direnovasi. Bukan hanya untuk pemain, namun panpel sekaligus.

Indonesia Masters dihelat di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan mulai 23-28 Januari. Kendati merupakan turnamen level keempat dalam struktur Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), namun turnamen tersebut diikuti pemain papan atas dunia.

Selain itu, Indonesia Masters kali ini cukup istimewa dengan menjadi ajang perdana setelah Istora direnovasi. Perubahan lampu, air conditioner (AC), sebelumnya portable dan sekarang sentral, dan tata letak Istora diyakini bakal menjadi kejutan bagi para pemain.

Budiharto menyebut, secara umum, Istora sudah siap menggelar perhelatan Indonesia Masters yang menawarkan hadiah total USD 350 ribu. Panitia pelaksana tinggal mengerjakan penyelesaian akhir.

"Persiapan sudah mendekati 98 persen. Memang ada beberapa yang masih diperbaiki, seperti untuk outdoor ada pengaspalan, lalu sistem lighting kemarin sudah dicoba dan sudah kami maksimalkan, kemudian Air Conditioner (AC) juga sudah kami siapkan sejauh kemampuan kami. Dari sisi lantai juga tak masalah. Artinya, secara umum sudah siap dan dipakai semuanya," kata Ketua Panitia Pelaksana, Achmad Budiharto, dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Sultan, Senayan, Senin (22/1/2018).

Pemanasan ke Asian Games 2018

Selain kesempatan mencari uang lewat hadiah yang ditawarkan, Indonesia Masters bisa menjadi pemanasan bagi pebulutangkis Asia sebelum tampil di Asian Games 2018 di samping Indonesia terbuka pada Juni nanti. Istora juga bakal menjadi venue Asian Games 2018 untuk bulutangkis.

Tak hanya bagi pemain, PBSI juga menjadikan ajang itu sebagai salah satu Road to Asian Games 2018. Meski tak bisa membuat simulasi Asian Games, panpel tetap memanfaatkan untuk mengenal lagi Istora yang kini memiliki tata ruang berbeda.

"Kami beruntung Istora direnovasi untuk kesiapan Asian Games. Artinya, kita dapat dua kali uji coba. Terlebih ke depan akan ada ajang bulutangkis yang lebih bergengsi seperti Indonesia Open dan Asian Games di bulan Agustus, jadi bisa dikatakan turnamen ini sebagai road to Asian Games bagi pemain Indonesia," ujarnya.

Ajang ini pun diharapkan bisa memberi motivasi lebih kepada para pemain Indonesia. Apalagi ajang ini sudah dinaikkan levelnya dari Grand Prix Gold menjadi Super Series. Artinya akan ada pemain-pemain top dunia yang hadir.

"Bila memperhatikan peserta yang akan ikut bertanidng nanti tentu ini adalah tantangan besar bagi pemain kita. Ada begitu banyak pemain top di berbagai sektor. Jadi meskipun kita sebagai tuan rumah diperlukan usaha ekstra keras untuk bbisa mengamankan peluang menjadi juara," kata Kabidbinpres PBSI Susy Susanti.


(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed