detiksport
Follow detikSport
Selasa, 23 Jan 2018 06:02 WIB

Tak Masalahkan Padatnya Jadwal, Jonatan Juga Berupaya Lebih Konsisten

Femi Diah - detikSport
Foto: dok: Tim Humas dan Media PP PBSI Foto: dok: Tim Humas dan Media PP PBSI
Jakarta - Jonatan Christie tak keberatan dengan harus menjalani minimal 12 turnamen dalam setahun. Dia justru tertantang unntuk menjaga konsistensi.

Regenerasi tunggal putra Indonesia tak berjalan mulus. Kini, muncul Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan yang lajunya menjanjikan.

Anthony dan Jonatan menandai musim 2017 dengan all Indonesian final di Korea Open. Anthony yang keluar sebagai juara.

Hanya saja setelah menjadi juara Korea, penampilan Anthony dan Jonatan melempem. Mereka diminta untuk lebih konsisten tahun ini.

"Tahun ini target saya Asian Games dan juara turnamen yang setara dengan super series atau super series premier, minimal satu gelar," kata Jonatan kepada pewarta, Senin (22/1/2018).

"Tahun lalu kami membuat all Indonesian final di Korea, kemudian hasil di Jepang, sebagai turnamen yang back to back, kurang bagus, jadi terlihat turun drastis. Makanya, saya harus menjaga konsistensi," ujar Jonatan.

"Caranya, lebih kepada ke cara berpikir, karena habis juara pikiran kurang terkontrol. Untuk turnamen yang back to back pikiran dan mood paling sulit dijaga. Fisik dan stamina masih bisa diatasi," dia menambahkan.

Tak Masalahkan Aturan 12 Turnamen

BWF membuat aturan baru untuk pemain di urutan 15 besar tunggal putra dan putri. Mereka harus tampil minimal pada 12 turnamen kalender BWF dalam satu tahun.

Jonatan tak keberatan dengan aturan tersebut. Berkaca tahun lalu, Jonatan menyebut bisa tampil dalam belasan.

"Sebenarnya tidak ada perubahan. Tahun lalu saya tampil pada 13-14 pertandingan, jadi aturan itu tak mengubah apapun," kata Jonatan.

"Untuk tetap tampil prima, mungkin saya hanya perlu menjaga diri sejak pemilihan pertandingan. Sebab, jadwal turnamen ada yang back to back, ada yang tiga pertandingan langsung. Sebagai contoh, tahun ini setelah Malaysia, Indonesia, kemudian India. Saya tak main di India karena ada persiapan ke Kualifikasi Piala Thomas," dia menjelaskan.


(fem/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed