detiksport
Follow detikSport
Kamis, 01 Feb 2018 16:58 WIB

Tim Putri Diharapkan All-Out Saat Hadapi China

Mercy Raya - detikSport
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Tim putri bulutangkis Indonesia bersiap menuju Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia 2018. Para pemain diharapkan bisa habis-habisan lawan China di babak grup.

Indonesia berada satu grup bersama Singapura dan China pada Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia di Alor Setar, Malaysia, pada 6-11 Februari ini. PBSI menurunkan 10 atlet putri pada ajang yang juga jadi Kualifikasi Piala Thomas-Uber ini.

Mereka adalah Gregoria Mariska, Fitriani, Hanna Ramadini, Ruselli Hartawan, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Anggia Shitta Awanda.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI Susy Susanti mengatakan sejauh ini timnya terus menggeber persiapan, khususnya sektor tunggal. Para pemain tunggal baik putra maupun putri saat ini berlatih di pelatnas Cipayung.

Sedangkan para pemain di sektor ganda masih harus berjuang di India Open. Baru setelah itu langsung bertolak ke Malaysia.

"Untuk menghadapi Singapura kami yakin bisa. Mungkin menghadapi China yang kami harap anak-anak bisa all out," kata Susy ketika ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (1/2/2018).

"Karena China secara kekuatan sektor putrinya tidak mendominasi lagi. Tunggal putri mereka juga jarang ada yang juara. Jadi tak ada yang tidak mungkin, tapi memang harus kerja keras," sambungnya.

Berkaca dari hasil Indonesia Masters 2018, ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dinilai cukup sukses meski gagal di final. Sementara itu sektor tunggal putri masih tertinggal setelah habis di babak kedua.

Susy mengamini hal itu dan berupaya untuk mengejar ketertinggalan para atletnya.

"Saya sudah bicara ke pelatih tunggal putri. Di sini istilahnya bukan rumah sendiri, sudah begitu lihat prestasi tertinggal. Jadi sekarang tinggal kembalikan ke atletnya. Yang mau maju, akan terus. Yang tidak mau ya dalam pantauan, artinya kapan saja bisa didepak," ungkap dia.

"Karena sama-sama kalah, lihat usia, kenapa tak ambil yang muda saja. Sekarang jika mereka belum juara saja sudah menawar, yang juara saja ikut program kok. Jadi kalau mau bagus ya harus ekstra kerja keras. Jadi memang harus matangkan satu-satu per detailnya," imbuh Susy. (mcy/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed