detiksport
Follow detikSport
Jumat, 09 Feb 2018 02:14 WIB

Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia

Kemenangan atas China Jadi Penyemangat Tim Putri Indonesia

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Tim Humas Dan Media PP PBSI) Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Tim Humas Dan Media PP PBSI)
Alor Setar - Tim putri Indonesia makin bersemangat setelah mengalahkan China di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia 2018. Namun, mereka diingatkan untuk tetap fokus dan konsisten.

Tim putri Indonesia menaklukkan China dengan skor 3-2 pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup di Stadion Abdul Halim, Alor Setar, Malaysia, Kamis (8/2/2018). Kemenangan ini memastikan Indonesia menjadi juara Grup Z.


Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengapresiasi perjuangan tim putri Indonesia. Menurut Susy, strategi mengambil dua kemenangan di ganda dan satu di tunggal berjalan baik.

"Ini baru langkah awal. Kami harus tetap fokus dan konsisten di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Kemenangan ini menjadi satu penyemangat untuk tim putri," kata Susy kepada badmintonindonesia.org.

"Dari tiga tunggal, Fitri yang dapat poin. Setelah di Indonesia Masters dia bisa mengimbangi Ratchanok (Intanon), sepertinya ini menambah keyakinan dia," ujar Susy.

Pada laga melawan China, poin-poin Indonesia disumbangkan oleh Fitriani serta dua ganda, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

"Ganda putri memang mengemban tanggung jawab yang berat. Ini team event, Rizki/Della jadi penentu pula. Saya lihat memang ada ketegangan, lawannya pasangan muda yang permainannya cukup alot. Rizki/Della akhirnya bisa lepas dari ketegangan itu," tutur Susy.

"Saya lihat kali ini tim putri bisa main tanpa beban, tapi masih punya kemauan untuk menang. Semangat dan kerja keras yang ditunjukkan membuahkan hasil. Setelah sekian lama terpuruk, saya rasa kemenangan atas tim China ini bisa jadi modal bagi pemain-pemain putri kita untuk memperbaiki diri untuk bisa masuk ke jajaran elite," jelasnya.

Susy sempat melontarkan kritik tajam kepada para pemain tunggal putri. Dituturkan Susy, hal ini sedikit membawa perubahan, namun Susy tak ingin perubahan itu hanya terjadi di turnamen ini saja, melainkan di turnamen-turnamen selanjutnya.

"Saya hanya bisa kasih masukan, kritik membangun yang menyemangati, bukan maksudnya mengintimidasi. Saya bilang, ayo bangkit, nggak mungkin kita capai prestasi kalau nggak kerja keras, nggak mungkin kalau di zona nyaman terus. Kita harus akui kalau masih kalah dengan negara lain. Kalau kalah otomatis kerjanya harus dobel untuk bisa menang," cerita Susy.

"Empat sektor sudah membuktikan, saya bilang, kenapa tunggal putri belum? Saya juga penasaran, alangkah baiknya kekuatan merata di semua sektor. Ini yang membuat saya berikan perhatian lebih dan kritik lebih kepada tunggal putri. Kalau tidak dikritik, mereka akan, yah sudah begini saja. Tapi kan sayang, mereka punya kemampuan. Toh kalau juara mereka juga yang menikmati," bebernya.

"Mereka mendengarkan dan mungkin terpacu untuk membuktikan. Saya senang, tapi saya harap perubahan ini tidak untuk kali ini saja, masih banyak pertandingan lain yang harus dibuktikan," kata Susy.

Tim putri Indonesia selanjutnya akan berhadapan dengan India di babak perempatfinal, Jumat (9/2/2018).


(mfi/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed