Tenis Wimbledon
Henin-Hardenne: Hari yang Sulit
Rabu, 22 Jun 2005 09:01 WIB
Jakarta - Tumbangnya Justine Henin-Hardenne dari petenis non unggulan Eleni Daniilidou, menjadi kejutan terbesar di babak pertama. Bagi petenis Belgia itu, ini adalah hari yang sangat sulit dalam karirnya.Tampil di Wimbledon sebagai unggulan ketujuh, dengan menyandang gelar juara seri Grand Slam Prancis Terbuka, ternyata tidak membuat Henin-Hardenne superior atas Daniilidou.Bahkan Daniilidou sendiri yang merupakan petenis peringkat 76 dunia itu, sebelumnya tidak bermimpi menghentikan rekor 24 kemenangan beruntun yang dicatatkan lawannya."Pertandingan ini sedikit aneh, permainan kami bergantian naik dan turun. Set pertama saya agak beruntung. Saat tie break, peluangnya selalu 50-50," aku petenis asal Yunani itu, seperti dilansir AP, Rabu (22/6/2005).Henin-Hardenne meski mengaku kecewa dengan kekalahannya, namun petenis berusia 23 tahun itu menegaskan dirinya bisa menerima kekalahannya. "Agak sulit, tetapi inilah tenis, inilah hidup, dan Anda harus terus maju," ujarnya."Saya tidak akan mengatakan hari ini saat yang buruk, tetapi saat yang sulit. Maksud saya, saya akan kembali meraih saat yang bagus dalam karir saya, dan saya yakin itu. Tetapi Anda perlu merasakan saat seperti ini. Anda tidak akan bisa menang selamanya," lanjutnya.Sementara itu petenis unggulan keempat Serena Williams, hampir saja mengikuti langkah Henin-Herdinne, ketika menghadapi Angela Haynes. Namun setelah bermain selama dua jam 20 menit, petenis yang pernah dua kali meraih gelar juara Wimbledon itu berhasil menemukan kembali permainan terbaiknya, dan menang 6-7 (12-14), 6-4 dan 6-2. (lom/)











































