DetikSport
Rabu 21 Februari 2018, 18:17 WIB

Demi Final Sesama Indonesia di All England, Hendra/Ahsan Lahap Persiapan Khusus

Mercy Raya - detikSport
Demi Final Sesama Indonesia di All England, Hendra/Ahsan Lahap Persiapan Khusus Foto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta - Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mendapatkan porsi latihan khusus menuju All England 2018. Itu demi misi menciptakan all Indonesian final.

Selain Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, PBSI juga menurunkan tiga ganda putra lainnya. Salah satunya Ahsan/ Hendra.

Penampilan pasangan veteran itu dinilai cukup menjanjikan kendati baru dipasangkan kembali saat India Open lalu. Meski puas, pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, khawatir dengan fisik dua pemain tersebut. Bagaimanapun, usia tidak bisa dipungkiri akan berpengaruh pada pola permainan.

Ujian terdekat akan dijalani Hendra dan Ahsan di All England pada Maret nanti. Menilik drawing yang dirilis pada Selasa (20/2/2018), hanya Hendra dan Ahsan yang berada pada bagan yang berlawanan dengan tiga pasang ganda putra lainnya.

[Baca Juga: Undian All England Paksa Sesama Indonesia Duel di Babak Awal]

"Kalau kecepatan, saya kira memang sudah tidak bisa tambah karena mereka sudah usia. Paling (mungkin) stamina kami perhatikan untuk menjelang All England ini," kata Herry di pelatnas Cipayung, Rabu (21/2/2018).

"Apalagi main di Eropa, bolanya jadi lebih berat. Makanya otot tangannya yang harus kami kuatkan," ujarnya.

Selain porsi latihan khusus untuk fisik, Herry juga mengubah cara bermain Ahsan dan Hendra. Lagi, lagi untuk menyiasati usia Ahsan dan Hendra.

"Karena tidak bisa Ahsan/Hendra diterapkan bermain yang sama dengan Kevin/Marcus, tidak bisa. Selain karena kecepatan sudah menurun, pola mainnya juga berbeda. Ya, intinya kami lebih banyak menguatkan pertahanan. Lebih ke arah penempatan bola yang efektif dan efisien," Herry mengungkapkan.

Herry meminta agar Ahsan dan Hendra bermain seefisien mungkin. Mereka diminta untuk bisa mendapatkan poin dengan hanya 2-3 kali pukulan sehingga tak perlu membuang tenaga.

"Sebab, tidak ada istilah di bulutangkis karena reli terpanjang dapat dua poin. Itu tak ada. Jadi menurut saya, mereka mainnya harus lebih taktis karena itu yang mereka memungkinkan. Sebab, penempatan bola mereka lebih matang." dia menuturkan.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed