Tenis Wimbledon
Nadal & Henman Kandas
Jumat, 24 Jun 2005 07:07 WIB
Jakarta - Harapan juara Prancis Terbuka Rafael Nadal menaklukkan lapangan rumput gagal. Begitu juga perjuangan jagoan tuan rumah Tim Henman yang dihentikan Dmitry Tursunov.Nadal, bintang muda yang tengah melesat namanya ini tampaknya harus bertahan dengan anggapan sebagai jagoan tanah liat. Nadal terjegal di babak kedua setelah ditekuk petenis Luxemburg, Gilles Muller, 4-6 6-4 3-6 4-6. Hanya bisa mengambil satu dari 13 break poin yang ia ciptakan, Nadal beralasan bahwa dirinya kurang berpengalaman di rumput untuk bisa menjadi juara Wimbledon di tahun ini."Dia bermain lebih baik dariku. Saya lumayan di rumput, tetapi jika harus melawan pemain yang punya servis bagus di pertandingan maka cukup sulit. Dan Muller menservis sangat bagus selama pertarungan berlangsung, itu tidak mudah," jelas Nadal seperti dilansir AFP, Jumat (24/6/2005).Kegagalan serupa juga dialami oleh jagoan tuan rumah, Tim Henman. Petenis nomor satu Inggris ini harus mengakui keunggulan lawannya, Dmitry Tursunov, 6-3 2-6 6-3 3-6 6-8. Inilah kegagalan pertama Henman melaju ke minggu kedua Wimbledon untuk pertama kalinya sejak ia mengikuti di tahun 1995. Akan tetapi, bukan berarti Inggris tidak menyisakan wakilnya di Wimbledon. Harapan bisa melihat ada juara dari Inggris terbuka lewat aksi petenis berusia 18 tahun, Andy Murray. Murray membungkam unggulan ke 14, Radek Stepanek 6-4 6-4 6-4 di depan penonton Court 1 yang mendukung penuh dirinya. Diakui Murray, kekalahan sang senior, Henman, memacu dirinya untuk bisa menang agar masih ada wakil Inggris di turnamen bergengsi ini. "Saya tahu Tim kalah sesaat sebelum saya masuk lapangan dan saya ingin sekali ada seorang Inggris yang bertahan. Saya tahu jika saya kalah, koran akan sedikit keras kepada kami," tukas Murray.Di babak selanjutnya Murray sudah ditunggu unggulan ke-18 David Nalbandian. Duel keduanya akan digelar di Center Court, Sabtu (25/6/2005) nanti. "Adalah mimpi pribadiku untuk bisa beraksi di lapangan Centre," katanya. Inggris sangat menantikan adanya juara Wimbledon dari negeri sendiri. Terakhir kali seorang Inggris menjadi juara Wimbledon adalah di tahun 1936 lewat Fred Perry. Jadi, bisakah Murray mewujudkan harapan Inggris?Hasil Babak Kedua, Jumat (24/6/2005):Andy Roddick (2) vs. Daniele Bracciali, 7-5, 6-3, 6-7 (3-7) DitundaGilles Muller def. Rafael Nadal (4), 6-4, 4-6, 6-3, 6-4Dmitry Tursunov def. Tim Henman (6), 3-6, 6-2, 3-6, 6-3, 8-6Sebastien Grosjean (9) def. Victor Hanescu, 6-3, 6-4, 6-2Thomas Johansson (12) def. Andrei Pavel, 3-6, 7-6 (7-4), 6-4, 7-6 (7-4)Andrew Murray def. Radek Stepanek (14), 6-4, 6-4, 6-4Guillermo Coria (15) def. Xavier Malisse, 3-6, 6-3, 7-5, 6-7 (3-7), 6-4David Nalbandian (18) def. Karol Kucera, 6-2, 6-4, 6-3Richard Gasquet (27) def. Gilles Elseneer, 7-6 (9-7), 7-6 (7-3), 6-7 (3-7), 6-2Jiri Novak (28) def. Fabrice Santoro, 6-1, 4-6, 7-6 (7-4), 6-3 (erk/)











































