detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 22 Feb 2018 17:57 WIB

Berduet dengan Debby Lagi, Praveen Dituntut Buktikan Kedewasaan di All England

Mercy Raya - detikSport
Foto: dok: Tim Humas dan Media PP PBSI Foto: dok: Tim Humas dan Media PP PBSI
Jakarta - Praveen Jordan kembali berpasangan dengan Debbby Susanto di All England 2018. Asisten pelatih ganda campuran Vita Marissa meminta Praveen tampil lebih dewasa.

Praveen dan Debby tampil apik dan keluar sebagai juara All England 2016. Tapi sejak itu laju mereka naik turun.

Penampilan Praveen yang naik turun dinilai sebagai penyebab utama inkonsistensi ganda campuran peringkat kedua nasional itu. Praveen kerap membuat kesalahan sendiri hingga menguntungkan lawan.

Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky, menilai Praveen belum mampu mengontrol diri sendiri. Praveen juga tak lagi lapar gelar juara.

makanya, Richard memutuskan untuk menjajal Praveen dan Debby pisah jalan. Praveen bersama Melati Daeva Oktavianti dan Debby berduet dengan Ricky Karanda Suwardi.

Perubahan itu rupanya memberi dampak positif bagi kedua pasangan. Bahkan hasil dari beberapa pertandingan cukup memuaskan. Seperti di Indonesia Masters, Praveen/Melati sukses capai semifinal padahal baru dipasangkan.

Karena poin hanya memungkinkan Praveen dan Debby tampil bersama di All England, mereka pun dipasangkan lagi. Barisan pelath ganda campuran memiliki target khusus untuk Praveen

"Sebenarnya kalau latihan dari dulu tidak masalah, cuma saat tanding yang kadang ada masalah. Kadang non teknis yang lebih banyak ketimbang kejadian teknisnya. Bukan kalah sama lawan, tapi melawan diri sendiri yang sulitnya," kata asisten pelatih ganda campuran Vita Marissa.

"Tapi, dengan dia sempat dipisah dari Debby, mungkin pola permainannya bisa beda. Bisa juga dia (mudah-mudahan) semakin dewasa. Tadinya dia berpikir mungkin kalah tidak masalah karena saya masih pemain muda. Nah, diharapkan sekarang dari pola pemikirannya dia bisa matang saja," dia menambahkan.

Vita menyebut dia dan kepala pelatih tak bosan-bosannya untuk terus mengingatkan Ucok, panggilan Praveen Jordan, untuk tetap fokus dan mampu menjaga konsentrasi di sepanjang pertandingan.

"Kami panggil anaknya, semuanya lah kami maksimalkan. Bukan hanya ke Praveen, tapi anak lain juga. Sama, sama semua regenerasi jika tak bisa nyodok kami kasih warning. Ultimatum ada, tapi tidak jadi beban," ungkap Vita.

"Kami juga ingatkan Praveen agar jangan seperti dulu. Coba untuk fokus. Ingatkan saja setiap hari kalau sudah turun saya texting. Kata-kata sederhana tapi bisa meningkatkan motivasi buat dia," tambahnya.

Vita menambahkan tak sekadar mengingatkan, Praveen/Debby juga mendapat tantangan di All England ini. Apa itu?

"Pastilah..orang yang pernah menjadi juara All England pasti seharusnya ada keinginan lagi untuk menjadijuara. Tapi kita lihat saja, apalagi China saat ini belum ada pasangan yang kuat," dia menambahkan. (mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed