DetikSport
Kamis 01 Maret 2018, 19:27 WIB

All England Jadi Ajang Mencari Pasangan buat Nitya

Mercy Raya - detikSport
All England Jadi Ajang Mencari Pasangan buat Nitya Nitya Krishinda Maheswari (Foto: dok: Tim Humas dan Media PP PBSI)
Jakarta - Nitya Krishinda Maheswari belum punya pasangan yang pas sejak dipisahkan dari Greysia Polii. Rencananya Nitya sudah punya pasangan tepat usai All England 2018.

Menurut Eng Hian, pelatih bulutangkis ganda putri Indonesia, gelaran All England pada 14-18 Maret mendatang akan jadi momen untuk memantau calon pasangan Nitya tersebut.

Di All England sendiri, ada tiga ganda putri yang tampil yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Nitya tak masuk dalam skuat lantaran peringkatnya bersama Yulfira Barkah tak mencukupi. Tapi Eng Hian memproyeksikan Nitya tampil di Asian Games 2018.

"Nitya pada dasarnya sudah siap apalagi beberapa turnamen kemarin sudah menjadi pemanasan untuknya. Sekarang tinggal mencari pasangannya saja," kata Koh Didi, panggilan karib Eng Hian, di pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

"Yang jelas dia tak mungkin kembali lagi bersama Greysia. Nitya dan Greysia adalah pemain yang sudah jadi. Jika keduanya dipisah, saya berharap punya dua senjata. Sekarang saya sudah punya satu (Greysia/Apriyani), tinggal mencari satu pasang lagi, yang mana satu pemainnya sudah jadi."

"Saya ingin mencari pasangan Nitya yang seperti minyak tanah, seperti Greysia. Nitya itu orangnya diam. Jika dapat partner yang diam juga bakal selesai, anyeb. Jadi harus yang ramai yang bisa memberi semangat di lapangan. Nitya mentalnya bagus tapi dia cenderung cool," tuturnya.

Menurut Eng Hian, pasangan Nitya nantinya kemungkinan besar diambil dari ganda putri lain, antara Anggia/Ketut atau Della/Rizki. Bergantung pada hasil pemantauan, bisa pula Nitya harus menunggu sedikit lebih lama untuk mendapat pasangan baru.

"Ya, setelah All England ini akan ketahuan siapa yang menjadi pasangan Nitya. Saya tidak bisa sebut sekarang karena kalau mereka melihat listnya sekarang, saat turun di turnamen jadi asal-asalan," kata pelatih berusia 40 tahun ini.

"Tetapi jika misalnya hasil tiga ganda putri di All England bagus maka saya mencari yang lain. Tapi memang butuh waktu. Artinya bukan untuk Asian Games, tapi bisa untuk Olimpiade 2020 Tokyo," ujarnya.



(mcy/krs)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed