detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 08 Mar 2018 13:45 WIB

Hadapi Piala Uber dan Asian Games, Ganda Putri Utak-Atik Pasangan

Femi Diah - detikSport
Foto: PP PBSI Foto: PP PBSI
Jakarta - Pelatih agnda putri pelatnas bulutangki, Eng Hian, membongkar pasang skuatnya, itu demi hasil maksimal di Piala Uber dan Asian Games.

Ganda putri menjadi tumpuan untuk mendapatkan poin pada Piala Uber 20-27 Mei di Bangkok dan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Saat ini, PBSi memiliki dua ganda putri yang cukup meyakinkan, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris.

Eng Hian masih mencari satu pasangan lagi untuk menghadapi Piala Uber 2018 dan Asian Games 2018. Di antara pelapis yang ada, PBSI masih memiliki Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dam Nitya Krishinda Maheswari/Yulfira Barkah. Ganda putri Cipayung juga memiliki Rosyita Eka Putri Sari yang baru pulih dari cedera di SEA Games 2017.

Nitya diduetkan dengan Ketut sedangkan Anggia bersama Meirisa Cindy Sahputri. Yulfira akan berpasangan dengan Rosyita

"Sampai saat ini saya melihat prestasi Anggia/Ketut belum konsisten, sedangkan mereka sudah cukup lama dipasangkan. Begitu juga Nitya/Yulfira yang progressnya stuck. Sedangkan target saya untuk Nitya adalah bisa mendekati kualitas dan prestasi seperti pada waktu berpasangan dengan Greysia," jelas Eng Hian dalam rilis kepada detikSport.

"Saya melihat Nitya dan Ketut bisa saling melengkapi dari segi kualitas individu dan kebutuhan sebagai partner di lapangan," dia menambahkan.

Yulfira yang merupakan pemain muda, dinilai Eng masih butuh banyak jam terbang dan pengalaman untuk meningkatkan performanya. Yulfira pun perlu mengasah lagi kemampuannya untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Eng juga berharap Rosyita dapat menyesuaikan diri dengan atmosfer pertandingan yang sudah lama tak dirasakannya dalam beberapa bulan terakhir akibat pemulihan cedera.

"Yulfira masih butuh proses lagi, saya melihat tipe permainan Yulfira lebih cocok dengan Rosyita. Untuk Rosyita, masalah yang ada tinggal melepasakan trauma cedera saja, secara umum kondisi Rosyita sudah pulih," ujarnya.

"Pasangan-pasangan baru ini akan saya beri kesempatan di beberapa turnamen untuk melihat hasil dan progressnya. Setiap turnamen akan ada target untuk pantauan. Tetapi khusus Nitya/Ketut tuntutannya tentu lebih tinggi dari pasangan yang lainnya," Eng Hian menambahkan.

Sejumlah pasangan baru ini memiliki kesempatan untuk tampil di Asian Games 2018 sebagai ganda kedua. Greysia/Apriyani menjadi kandidat terkuat untuk mengisi slot ganda pertama.

"Untuk ganda kedua di Asian Games, masih terbuka untuk siapapun dengan dasar prestasi terbaik. Soal Piala Uber, saya masih melihat dulu kebutuhan dan hasil dari tournamen sampai batas waktu entry by name," ujar Eng Hian.

Nitya/Ketut, Anggia/Cindy dan Rosyita/Yulfira akan memulai debut mereka di turnamen Osaka International Challenge 2018 dan China Masters 2018. (fem/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed