DetikSport
Rabu 14 Maret 2018, 16:05 WIB

Ini Alasan Nonton All England 2018!

Femi Diah - detikSport
Ini Alasan Nonton All England 2018! kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dihatrapkan mampu mempertahankan gelar juara All England. (Sajjad Hussain/AFP)
FOKUS BERITA: All England 2018
Jakarta - All England 2018 menawarkan sejumlah pertandingan spesial. Selain tanpa babak kualifikasi, turnamen bulutangkis tertua itu juga jadi panggung servis baru.

All England 2018 dimulai Rabu (14/3/2018). Tahun ini, federasi Bulutangksi Dunia (BWF) menegaskan gengsi All England dengan memberikan banderol Super 1000.

Pertama, hadiah makin besar. Tahun lalu, hadiah total All England senilai USD 600 juta atau setara Rp 8,2 miliar. Tahun ini, hadiah All England menawarkan total USD 1 juta atau setara dengan Rp 13,7 miliar.

[Baca Juga: All England: Rekor Rudy Hartono, Hat-trick Owi/Butet dan Hal-Hal Menarik Lainnya]

Selain itu, All England kali ini tak melewati kualfiikasi. Juga telah menggunakan aturan servis.

Berikut alasan lain untuk menyaksikan All England 2018:

1. Hadiah Total Rp 13,7 Miliar

All England menawarkan hadiah total Rp 13,7 miliar. Juara tunggal berhak membawa pulang sebesar 7 persen atau senilai USD 70 ribu (Rp 962,5 juta). Adapun juara ganda USD 74 ribu (Rp 1 miliar). Bahkan, pemain yang tampil di babak 32 besar suadh mendapatkan apresiasi senilai USD 1.000 (Rp 13,7 juta). dengan hadiah yang makin besar diyakini para pemain bakal tampil habis-habisan.

2. Tanpa Kualifikasi

All England sebagai turnamen Super 1000 sudah lebih selektif sejak awal dengan tak menggunakan kualifikasi. Ajang itu hanya diperuntukkan kepada 32 pemain terbaik. Jika ada yang mundur, tempat akan diberikan kepada pemain pengganti.

3. Penerapan Servis Baru

All England kali ini menjadi turnamen yang tak baisa bagi para pemain top. Mereka diwajibkan menggunakan aturan servis baru yang mewajibkan kok ada di atas lantai setinggi 1,15 meter. Sejumlah pemain Indonesia kesulitan beradaptasi dengan servis tersebut di Jerman terbuka pekan lalu. Bukan tidak mungkin muncul banyak kejutan dalam turnamen kali ini.

4. Menunggu Ulangan Sukes Praveen/Debby

Praveen Jordan/Debby Susanto kembali berpasangan setelah sempat berduet dengan pasangan lain. Praveen bersama Melati Daeva Oktavianti sedangkan Debby bersama Ricky karanda Suwardi. Mereka berbekal gelar juara All England 2016.

[Baca Juga: Daftar Juara All England 8 Tahun Terakhir]

5, Comeback Hendra/Ahsan

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kembali berpasangan di All England 2018. Menarik menunggu kiprah ganda yangs empat pisah jalan itu. Apalagi, mereka comeback dengan status juara All England 2014 dan semifinalis Jerman Terbuka.

6. Pembuktian Anthony dan Jonatan

Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menjadi tunggal putra harapan Indonesia untuk bersaing di antara pemain top dunia. Di All England inilah kemampuan mereka bakal diuji menghadapi 30 pemain terbaik dunia lainnya.

Mereka diharapkan mengikuti jejak yang pernah ditorehkan Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Liem Swie King, Ardy B. Wiranata, dan Hariyanto Arbi, Sudah 24 tahun, tunggal putra paceklik gelar.

7. Sanggupkah Tontowi/Liliyana Menambah Koleksi Juara?

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menorehkan catatan apik dengan mencetak hat-trick All England pada 2012, 2013 dan 2014. Kini mereka masih digadang-gadang untuk menjadi juara. Mampukah?

8. Kesempatan Kevin/Marcus Mempertahankan Gelar Juara

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tampil sebagai juara bertahan All England di nomor ganda putra. Tampil sebagai unggulan pertama, mereka dijagokan untuk kembali naik podium tertinggi.


(fem/din)

FOKUS BERITA: All England 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed