detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 14 Mar 2018 19:02 WIB

Asian Games dan Kejuaraan Dunia Berdekatan, Susy Akan Bikin Prioritas

Mercy Raya - detikSport
Susy Susanti (Femi Diah/detikSport) Susy Susanti (Femi Diah/detikSport)
Jakarta - Asian Games 2018 dilaksanakan tak lama setelah Kejuaraan Dunia. Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) pun harus menentukan prioritas.

Juli hingga Agustus menjadi periode krusial bagi skuat bulutangkis Indonesia. Ada tiga turnamen besar yang dijadwalkan bergulir pada waktu tersebut. Yakni, Indonesia Open, Kejuraan Dunia, kemudian Asian Games.

Indonesia Terbuka bergulir 3-8 Juli, diikuti Kejuaraan Dunia digelar pada 30 Juli sampai 5 Agustus di China. Kemudian, Asian Games digelar 18 Agustus sampai 2 September.

"Kami akan lihat karena keduanya sama-sama penting. Asian Games penting, tapi Kejuaraan Dunia juga levelnya lebih tinggi. Jadi nanti kami akan lihat Asian Games prioritas siapa, Kejuaraan Dunia prioritas siapa," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti kepada detikSport.

Sebenarnya, kondisi ini bukan kali ini saja terjadi. Pada saat SEA Games 2017, PBSI juga terpaksa membagi kekuatan demi bisa mengikuti dua turnamen bulutangkis dalam waktu bersamaan. Meski tahun ini jauh lebih longgar lantaran masih ada waktu 14 hari untuk persiapan.

Tapi, Susy belum ingin berspekulasi untuk nama-nama atlet yang bakal diprioritaskan karena masih harus berdiskusi dengan pelatih serta pengurus.

"Kami masih akan diskusikan lebih lanjut dengan pelatih dan Ketua Umum PBSI (Wiranto) baiknya seperti apa. Istilahnya tetap berangkat tapi fokusnya, seumpama kejuaraan dunia TontowiAhmad/Liliyana Natsir, lalu Asian Games Praveen Jordan/Debby Susanto. Itu contoh. Karena kami punya target dan target PBSI tidak hanya di Asian Games tapi kami berharap semua target bisa masuk dengan skala prioritas di masing-masing sektor," dia menjelaskan.

"Kami juga akan melihat hasil, juga kebutuhannya seperti apa. Jika masuk semua lebih bagus karena kejuaraan dunianya di China, tidak terlalu jauh. Situasinya juga tidak berbeda seperti Indonesia, termasuk lawan yang akan dihadapi," ujarnya.

(iah/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed