detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 17 Mar 2018 01:30 WIB

All England

Hafiz/Gloria Ingin Menjadi Penerus Tontowi/Liliyana

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti di perempatfinal All England (Foto: Tim Humas Dan Media PP PBSI) Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti di perempatfinal All England (Foto: Tim Humas Dan Media PP PBSI)
Birmingham - Indonesia sampai saat ini belum memiliki pelapis sepadan untuk Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di nomor ganda campuran. Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja berharap mereka bisa menjadi penerus Owi/Butet.

Hafiz/Gloria membuat kejutan di babak kedua All England 2018 dengan menyingkirkan Owi/Butet, senior mereka di pelatnas, untuk lolos ke perempatfinal. Inilah perempatfinal pertama mereka di All England yang merupakan turnamen level Super 1000.

"Kami usaha maksimal di tiap turnamen, mudah-mudahan bisa jadi penerus Tontowi/Liliyana. Mereka tekun, kalau latihan, tiap program mereka habiskan. Kalau kami mau bagus seperti mereka ya kami harus lebih dari itu, di setiap latihan usahakan maksimal habiskan program, kalau masih ada tenaga, tambahan sendiri," ungkap Hafiz dalam rilis PP PBSI yang diterima detikSport.

"Berharap sih pasti jadi penerus mereka, di saat ada kesempatan kami harus pergunakan. Dari kesempatan kami bisa ambil atau tidak?" kata Gloria.


Sayangnya, kejutan Hafiz/Gloria di All England tak berlanjut. Mereka kandas di perempatfinal setelah kalah dari Zhang Nan/Li Yinhui lewat pertarungan sengit tiga game dengan skor 14-21, 21-18, 18-21.

Hafiz/Gloria merasa kehilangan fokus ketika pertandingan memasuki poin-poin kritis. Inilah yang menjadi penyebab kekalahan mereka.


"Intinya kami kurang kuat tahan fokus di akhir-akhir. Seharusnya kami bisa menahan unggul satu demi satu poin dan lebih tenang. Bukannya menekan malah keenakan mainnya, jadi terbalik posisinya," kata Hafiz seusai pertandingan.

"Pasangan China ini banyak mengarahkan bola ke atas ke arah saya terus. Sebetulnya kami secara permainan sudah bisa mengikuti mereka. Tetapi kami belum stabil, kadang kami kendor, kadang kami kencang. Lawan juga lebih ketolong sama pengalaman, saat poin genting mereka lebih tenang, kami belum bisa kuasai keadaan," tambah Hafiz.

"Memang saat finishing, fokus kami kurang. Sebetulnya lawan juga mulai kendor, tetapi tadi ya kuat-kuatan fokus saja," sebut Gloria.


------

Dapatkan 10 merchandise menarik dari detikcom, dengan mengikuti survei ini.


(mfi/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed