Tenis Wimbledon
Langkah Sama, Perjuangan Beda
Kamis, 30 Jun 2005 02:49 WIB
Jakarta - Andy Roddick dan Thomas Johannson sama-sama melangkah ke semifinal Wimbledon dan nantinya bakal saling berhadapan. Namun perjuangan keduanya melaju ke babak ini sungguh berbeda.Roddick yang merupakan unggulan kedua harus menuntaskan pertandingan melawan Sebastian Grosjean dalam lima set yang melelahkan 3-6 6-2 6-1 3-6 dan 6-3, sementara Johannson hanya butuh tiga set untuk mengkadaskan perlawanan David Nalbandian 7-6 6-2 dan 6-2, Kamis (30/6/2005) dinihari WIB.Roddick yang sempat kalah di set pertama akhirnya menemukan tempo dan momentum permainan yang membawanya melaju ke babak perempa final Wimbledon tahun ini. Sayangnya, petenis AS ini gagal menjaga konsentrasinya sehingga kembali kecolongan di set keempat.Tapi, kematangan dan mental Roddick menjadi bekal berarti baginya. Petenis berusia 22 tahun yang bersenjatakan servis keras ini pun bisa mengakhiri set kelima dengan baik. Ia kembali melangkah ke babak semifinal untuk ketiga kalinya di ajang Grand Slam tahun 2005."Saya mencoba untuk tetap bermain cantik meskipun pada akhirnya bisa lolos dari pertandingan ini. Adalah karunia yang besar bagi saya bisa lolos. Saya rasa saya membutuhkan hasil seperti ini dan saya akan sangat senang jika bisa mengulangnya lagi," ungkapnya seperti dikutip Reuters.Lain lagi dengan Johannson. Partai semifinal Wimbledon tahun ini merupakan partai pertamanya sepanjang keikutsertaannya di turnamen Grand Slam ini. Tentunya hasil tersebut disambut cukup gembira oleh petenis asal Swedia ini."Hasil ini merupakan salah satu dari minggu terbaik yang saya miliki. Banyak orang tidak berpikir bahwa saya bakal bisa kembali setelah cedera punggung yang saya alami. Tapi saya telah bekerja keras dan saya rasa saya lebih kuat dari yang sebelumnya," tandasnya seusai pertarungan melawan Nalbandian yang hanya memakan waktu satu jam 13 menit itu. Johannson juga mencatatkan diri sebagai petenis tertua yang melaju ke semifinal turnamen Grand Slam tahun ini. Ia saat ini berusia 30 tahun. (ian/)











































