Tenis Wimbledon
Venus Raih Titel Ketiganya
Minggu, 03 Jul 2005 01:09 WIB
Jakarta - Tanda-tanda kebangkitan Venus Williams terjadi di Wimbledon. Ia berhasil mengalahkan pemain nomor satu dunia Lindsay Davenport untuk meraih titel ketiganya di turnamen grand slam paling bergengsi ini.Pada pertandingan final yang berlangsung Sabtu (2/7/2005) malam WIB, pemain AS yang diunggulkan di tempat ke-14 itu menang lewat pertarungan tiga set, 4-6 7-6 (4) 9-7.Dengan demikian sudah tiga kali Venus menjuarai Wimbledon setelah dua sebelumnya diraih di tahun 2000 dan 2001. Ia juga runner up 2002 dan 2003, di mana ketika itu dikalahkan adik kandungnya, Serena Williams.Total, lima tropi grand slam dikumpulkan pemain berusia 25 tahun itu -- dua lainnya adalah AS Terbuka 2000 dan 2001. Tapi ini merupakan titel grand slam pertamanya dalam kurun waktu hampir empat tahun.Musim ini Venus, yang pernah menjadi pemain nomor wahid dunia, baru satu kali menjadi juara, yakni di turnamen Istanbul Cup pada pertengahan Mei lalu. Peringkatnya mulai merosot setelah sering didera cedera berkepanjangan, sama seperti Serena.Sementara itu Davenport, juara Wimbledon 1999, gagal menambah koleksi gelar grand slam-nya sejak terakhir kali memenangi Australia Terbuka 2000. Namun posisinya di daftar peringkat WTA dipastikan tetap di puncak.Davenport mengawali pertandingan dengan mantap. Ia mampu mematahkan dua kali servis Venus dan memimpin 5-2. Setelah balik di-break satu kali oleh lawannya itu, pemain berusia 29 tahun itu menutup set pertama dengan 6-4.Di set kedua permainan lebih ketat. Davenport sempat memprotes wasit di gim kesembilan karena servis out Venus dinyatakan masuk. Namun ia mampu mengontrol konsentrasinya dan meraih kemenangan di gim tersebut.Pada kedudukan 5-5 Venus tampak tertekan. Ia membuka servisnya dengan double fault sebelum forehand-nya tersangkut net. Ia tertinggal 5-6 dan Davenport memegang servis.Namun pertarungan belum usai. Venus berhasil mematahkan servis Davenport dan memaksakan tie break. Di sini ia lebih dulu tertinggal 4-2 sebelum berhasil mengunci Davenport di angka 4. Di set ketiga Davenport sempat mendapat perawatan di bagian bahunya saat kedudukan 4-3. Ia meraih poin kemenangan sewaktu Venus memegang servis di skor 4-5. Namun lawannya itu mampu menyamakan kedudukan.Setelah masing-masing pemain mengamankan servisnya, terjadi gim tambahan. Venus akhirnya tampil sebagai pemenang dengan angka 9-7 setelah pukulan forehand Davenport tidak menyeberang net. Ia mengangkat kedua tangannya dan terlihat terharu atas kemenangan gemilangnya itu.Williams, yang di semifinal menundukkan juara bertahan Maria Sharapova, adalah pemain unggulan terendah (14) yang pernah memenangi Wimbledon. Sedangkan duelnya melawan Davenport adalah final terpanjang di era moderen sejak Louise Brough mengalahkan Margaret Osborne duPont 10-8 1-6 10-8 di tahun 1949. (Foto: AFP/Odd Andersen) (a2s/)











































