detiksport
Follow detikSport
Kamis, 19 Apr 2018 20:05 WIB

Bongkar Pasang Ganda Putri Demi Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Foto: Grandyos Zafna/detikSport Foto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta - Ganda putri pelatnas PBSI dibongkar pasang. Bukan Piala Uber yang jadi target, namun medali emas Asian Games 2018 Jakarta Palembang.

Berkaca hasil Asian Games 2014, ganda putri menjadi salah satu tumpuan Indonesia untuk meraih medali emas di ajang serupa tahun ini. Tapi, penampilan ganda putri Indonesia utama, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, malah inkonsisten. Selain itu, belum ada pelapis yang sepadan.

Kejuaraan Asia di Wuhan 24-28 menjadi ujian terdekat. tapi, justru PBSI tak menurunkan kekuatan penuh. Selain Greysia/Apriyani, PBSI menurunkan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Anggia Shitta Awanda dan Ni Ketut Mahadewi Istarani batal tampil.

Baca Juga: Laju Tak Oke, Della/Rizki Disemprit

"Untuk Kejuaraan Asia ini saya lebih kepada melihat progress para pemain. Artinya, evaluasi kemarin selepas All England progressnya seperti apa. Pada kejuraan ini saya juga menekankan masalah konsistensi," kata
pelatih pelatnas ganda putri, Eng Hian, di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (19/4).

"Itu yang masih kami harus evaluasi terus supaya perfomance anak-anak ini bisa terus konsisten di level mereka. Sebab, yang sekarang ini (perfomance) mereka masih naik turun," dia menambahkan.

"Ada ketegangan yang dirasakan Apriyani karena saking inginnya berprestasi justru menjadi bumerang buat dia. Bukan over pede (percaya diri). Tapi lebih ke beban dari pemikiran dia sendiri. Itu yang selama ini dia tidak bisa lepas," ujarnya.

Untuk menguji peningkatan performa para pemain, Eng Hian akan menguji di Kejuaraan Asia. Lebih jauh Eng Hian menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan untuk mencari komposisi Piala Uber, seperti sektor lain lakukan. Dia fokus untuk mencari komposisi terbaik untuk Asian Games yang bergulir 18 Agustus sampai 2 September di Jakarta-Palembang.

"Tentu di Kejuaraan Asia ini persiapan untuk mereka berdua lebih ke masalah komunikasi agar mampu mengkoordinir suasana di lapangan. Komunikasi pun harus dua arah baik antar pemain maupun kepada pelatih, itu yang kami tekankan," tutur Eng Hian.

"Ganda putri ini tidak serumit ganda putra yang memiliki banyak stok pemain. Kami punya tiga pasang dan itu masuk semua di Piala Uber. Jadi memang tak ada pilihan," kata dia.

"Nah, turnamen ini saya ingin melihat konsistensi pemain apalagi ke depan ada Asian Games," tuturnya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed