DetikSport
Selasa 24 April 2018, 20:15 WIB

Demi Piala Thomas, Tunggal Putra Mesti Bisa Curi Poin

Mercy Raya - detikSport
Demi Piala Thomas, Tunggal Putra Mesti Bisa Curi Poin Anthony Ginting salah satu andalan Indonesia di Piala Thomas 2018. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Indonesia bertekad merebut Piala Thomas 2018. Untuk itu, ganda putra dilarang kehilangan poin sedangkan tunggal putra diharapkan bisa menyumbang satu poin.

Piala Thomas akan bergulir di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei. Tidak bisa dipungkiri bahwa PBSI masih akan mengandalkan ganda putra.

Pada sektor ini, Indonesia punya ganda nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, serta Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto yang masuk dalam jajaran top 10 dunia.

Selain itu, ada pasangan veteran Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang dinilai masih cukup mampu menghadapi kejuaraan beregu seperti Piala Thomas.

Namun, PBSI juga bertumpu pada kelompok tunggal putra. Anthony Ginting dkk diharapkan mampu membuktikan daya juangnya pada kejuaraan beregu prestisius tersebut.

"Scara realistis, Indonesia memang kekuatannya di ganda putra. Jika mereview pengalaman dua tahun lalu, Indonesia kalah dengan Denmark karena punya kelemahan di tunggal putra," kata Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, ketika ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

"Maka itu, kami tidak boleh melepas di ganda putra. Sebab, itu kartu AS kita yang harus tetap dipertahankan. Jadi tak boleh lepas poinnya dari ganda putra," ucapnya.

"Sementara untuk tunggal putra, dua tahun lalu memang mereka belum stabil. Tapi jika melihat tahun 2017 dan 2018, tunggal putra kami sudah lebih stabil masuk di peringkat atas dunia. Untuk itu, kami berharap dan berkeyakinan paling tidak 1 poin bisa dicuri di tunggal putra," tutur Budiharto, yang juga Kepala Kontingen Piala Thomas dan Uber ini.
(mcy/rin)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed