detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 26 Apr 2018 23:52 WIB

Tunggal dan Ganda Putra Rontok di Kejuaraan Asia, Alarm Peringatan untuk PBSI

Mercy Raya - detikSport
Ganda putra dan tunggal putra rontok di babak awal Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018 (Foto: dok. Humas PBSI) Ganda putra dan tunggal putra rontok di babak awal Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018 (Foto: dok. Humas PBSI)
Jakarta - Tunggal dan ganda putra menuai hasil mengecewakan di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018. Itu jadi peringatan untuk PBSI mengingat Piala Thomas sudah dekat.

Jadi sektor yang diandalkan, ganda putra justru tak mampu unjuk gigi di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018. Empat pasangan yang dikirimkan yakni Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Fajar Alfian/Muhammad Rian, dan Berry Angriawan/Hardianto terhenti di babak kedua.

Tunggal putra juga berguguran di babak awal. Setelah Ihsan Maulana Mustofa terhenti di babak pertama, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting kemudian cuma sampai babak kedua.


"Pertama, namanya pertandingan buat saya semua bisa terjadi karena sekarang ini persaingan ketat. Kedua, pastinya kami berharap ingin juara terus tapi kondisi, situasi, itu tak bisa diprediksi. Baik unggulan-unggulan saja juga bisa saja kalah," ujar Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti, kepada detikSport, Kamis (26/4/2018).

"Dan undian pun juga menentukan situasi di lapangan. Tetapi untuk saat ini saya masih menunggu laporan, kenapa bisa kalah, kalahnya dengan siapa? poinnya berapa, pastinya semua ada alasan."

Hasil negatif ini jadi lonceng peringatan untuk PBSI. Ini jadi pekerjaan rumah penting yang harus segera dibereskan PBSI mengingat Piala Thomas akan bergulir kurang dari satu bulan lagi yakni pada 20-27 Mei.

"Ya pastinya akan melihat selain kebutuhan tim, kami akan memilih yang terbaik. Hasil dari pertandingan ini tentu akan dilihat seperti apa, lalu hasil pertandingan lain prestasinya sampai mana. Memang jika ingin juara terus tidak mudah. Bukan tidak bisa, tapi butuh konsitensi, kematangan, dan kesiapan dalam segala hal," kata Susy.

"Seperti Kevin/Marcus, mereka bisa juara terus karena konsisten, bisa pegang, jaga semuanya dan bisa fokus. Dan untuk semua atlet bisa seperti mereka ya belum tentu bisa. Semua tergantung proses kematangan masing-masing karena setiap atlet berbeda prosesnya,"

"Tapi kalah memang harus diakui dan memang kami harus kerja keras lagi untuk event berikutnya agar bisa diperhitungkan, dan disejajarkan elit dunia. Paling tidak stabil dulu baru naik," ucapnya.

(mcy/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed