DetikSport
Rabu 16 Mei 2018, 19:55 WIB

Soal Kans Juara Piala Thomas, Kevin: Peluangnya 50:50

Mercy Raya - detikSport
Soal Kans Juara Piala Thomas, Kevin: Peluangnya 50:50 Foto: Grandyos Zafna
FOKUS BERITA: Piala Thomas - Uber 2018
Jakarta - Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, tak mau berfokus juara Piala Thomas. Dia ingin berkonsentrasi satu demi satu pertandingan.

Kevin Sanjaya bersama Marcus Fernaldi Gideon menjadi salah satu sektor yang diandalkan PBSI untuk menyumbang poin pada saat Piala Thomas 2018 mulai 20-28 Mei di Bangkok. Saat ini, mereka menjadi wakil Merah Putih yang paling konsisten.

Untuk ganda putra kedua, PBSI memiliki Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian dan pilihan bisa saja jatuh kepada Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Jugaa muncul opsi untuk membongkar pasang ganda-ganda yang dimiliki.

Di sektor tunggal PBSi menurunkan Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, dan Firman Abdul Kholik. Tak satupun yang mengisi top 5 dunia. Mereka juga bukan tunggal putra yang tampil konsisten menjadi juara di turnamen elite. Hanya saja, penampilan Antony dkk.memang sudah lebih meyakinkan ketimbang di Piala Thomas dua tahun lalu yang berakhir sebagai runner-up.

Baca Juga: Hendra Kepada Tim Thomas: Jangan Sampai Sakit dan Happy Terus!

Modal itu pun membuat PBSI optimistis untuk meraih Piala Thomas tahun ini.

"Ya, mungkin tunggal putranya saat ini jauh lebih matang. Lebih mantap lah dibanding dua tahun lalu. Tapi kalau bicara juara sebenarnya terlalu jauh ya," kata Kevin di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (16/5/2018).

"Cuma kami harus optimistis. Peluangnya sebenarnya 50:50 lah sama negara lain. Di fase grup Thailand dan Korea Selatan sama-sama kuat dan merata. Jadi harus usaha semaksimal mungkin," ujarnya lagi.

Baca Juga: Ke Piala Thomas Uber, Indonesia Bawa Bahan Makanan Dari Jakarta Tanpa Koki

Untuk mendapat hasil maksimal itu juga Kevin tak masalah jika saat pertandingan nanti dipisah sementara dengan Marcus.

"Ya kami harus siap terus. Kami harus profesional mau partner dengan siapapun karena plihan pelatih pasti yang terbaik. Mungkin ada strategi ya kami tidak tahu dan pasti ada alasan tertentu ditukar karena apa," dia menegaskan.

"Motivasi saya di Piala Thomas ini mau kasih poin setiap saya main. Sebisa mungkin (berjuang) untuk tim," kata pemilik tiga gelar juara India Terbuka itu.


(mcy/fem)

FOKUS BERITA: Piala Thomas - Uber 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed