detiksport
Follow detikSport
Rabu, 23 Mei 2018 20:40 WIB

Kesempatan Kedua Jones Ralfy Jansen Setelah Gagal di Indonesia

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Jones Ralfy Jansen (Okdwitya Karina Sari/detikSport) Jones Ralfy Jansen (Okdwitya Karina Sari/detikSport)
Bangkok - Jones Ralfy Jansen sudah melupakan kekecewaannya setelah tak dipanggil pelatnas. Kini, Ralfy bisa tampil di kejuaraan-kejuaraan bergengsi dunia bersama Jerman.

Ralfy sedang tampil di Piala Thomas pertamanya, bersama Jerman. Dia tampil di nomor ganda putra, berduet dengan Josche Zurwonne.

"Perasaannya seneng sedikit gugup karena pertama kali ikut Piala Thomas tapi membawa nama negara lain. Rasanya beda. Di welcome dinner, bawa nama Jerman bawa bendera Jerman lihat orang-orang Indonesia rada gimana gitu.. kaya perasaan seperti itu normal," ungkap Ralfy.

Baca Juga: Jelang Perempatfinal, Ini Saran Ahsan/Hendra Untuk Juniornya

Ralfy adalah blasteran. Lahir di Jakarta pada 12 November 1992, Ayah Ralfy, Joy Jansen adalah orang Jerman sedangkan ibunya orang Indonesia. Ralfy sudah mencintai bulutangkis sejak kecil dan mulai berlatih ketika usianya baru empat tahun.

Bersama sang kakak, Cisita Joity Jansen, keduanya berhasil bergabung dengan PB Djarum, Kudus di level junior dan kemudian Ralfy terpilih sebagai pemain terbaik 2010. Di Kejurnas tahun yang sama di Makassar, Ralfy yang berduet dengan Dandi Prabudita dan Cisita sukses tampil sebagai juara. Akan tetapi, hal itu tidak cukup meyakinkan pelatnas untuk merekrut dirinya.

Akhirnya, dia kemudian mengikuti jejak Cisita ke Jerman pada awal 2012 dengan persetujuan dari PBSI. Ralfy tidak kepikiran melanjutkan karier bulutangkisnya karena ingin fokus belajar. Pada prosesnya, Ralfy kemudian diterima di sebuah universitas di Saarbrucken jurusan manajemen keuangan, lewat proses yang rumit termasuk harus memenuhi standar penguasaan bahasa Jerman yang sulit.

Baca Juga: Kalahkan Korea, Indonesia Juara Grup B Piala Thomas

Kebetulan, Saarbrucken merupakan tempat pemusatan latihan ganda putra dan ganda campuran timnas Jerman. Tak bisa melupakan rasa cintanya pada bulutangkis, Ralfy pun mencoba-coba menawarkan diri menjadi sparring partner bagi atlet-atletnya.

"Dari dulu, waktu pergi ke Jerman tidak ada kepikiran untuk masuk tim nasional Jerman. Saya ingin melanjutkan studi saya. Dulu ada rencana mau jadi pilot, tapi sejalannya waktu ternyata tidak segampang itu. Dan akhirnya saya berpikir dua kali 'ok, saya mau melanjutkan studi, mau mencoba mendapatkan gelar S1' baru kemudian kemungkinan nanti jadi pilot," Ralfy membeberkan usai memainkan laga Piala Thomas, Selasa (22/5).

Selama di sana, Ralfy hanya latihan empat kali seminggu. Namun, dalam turnamen Turkey International, Ralfy yang berpasangan dengan sang kakak, Cisita, mampu mengalahkan Markus Fernaldi Gideon/Gabriela Stoeva di final.

Performa dan kerja keras Ralfy membuat Jerman kepincut. Jerman menawarkan kesempatan kedua untuk mewujudkan mimpi Ralfy untuk tampil di panggung dunia, berlaga di turnamen-turnamen bergengsi seperti Piala Thomas, Piala Sudirman, dan Kejuaraan Dunia.

Akhirnya pada Februari 2017, Ralfy resmi menjadi warga negara Jerman. Ralfy sesungguhnya tidak ingin melepaskan kewarganegaraan Indonesia, namun aturan tidak memungkinan dia memiliki kewarganegaraan ganda.

"Waktu itu mereka tanya kepada saya 'masih mau mempertahankan paspor indonesia atau tidak? saya pikir kalau memungkinkan kenapa tidak? tapi waktu itu tidak memungkinan, jadi saya lepaskan karna saya tida ada kesempatan di Indonesia," kata Ralfy.

"Mereka mendukung saya 100%, mau bekerja sama dengan saya 100 persen, saya juga mau bekerja 100 persen dengan mereka, saya percaya juga dengan mereka."

Satu per satu mimpi Ralfy menjadi kenyataan. Hingga kini Ralfy telah tampil di Piala Sudirman 2017 dan kejuaraan Eropa dua tahun belakangan. Dia kini berlaga di Piala Thomas pertamanya. Sekalipun Jerman sudah tersingkir usai dua kali menderita kekalahan dari Taiwan 0-5 dan Jepang 1-4.

"Saya mendapatkan kesempatan kedua, yang orang lain mungkin tidak bakal dapat, apalagi sejak umur empat tahun latihan dan sudah memikirkan tentang Thomas Cup, Sudirman Cup, dan sekarang saya mendapatkan kesempatan kedua. So, why not?" kata dia.


(rin/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed